Teori Multiple Intelligences atau Kecerdasan Majemuk dikembangkan oleh Gardner pada 1980-an. Teori ini memberikan wacana yang lebih luas dalam memandang seorang anak secara holistik atau menyeluruh.

Teori Gardner ini sangat berseberangan dengan teori-teori sebelumnya yang mengatakan bahwa manusia hanya memiliki verbal linguistik intelligence dan logical-mathematical intelligence.

Menurutnya masih ada enam intelegensia lainnya yang dimiliki oleh setiap manusia. Teori Multiple Intelligences menyebutkan bahwa setiap manusia memiliki multi intelegnsi yang meliputi:
  1. Linguistic Intelligence, yakni suatu kemampuan untuk memahami dan menggunakan bahasa, baik bahasa lisan dan tulisan. Memiliki kepekaan memaknai kata-kata dan fungsi-fungsi bahasa. Mereka berpotensi menjadi penulis, penyair, orator, pengacara.
  2. Locical/Mathematical Intelligence, yakni suatu kemampuan menggunakan berpikir induktif dan deduktif, angka-angka dan pola-pola abstrak. Seringkali menunjuk pada kemampuan berpikir scientific, membandingkan, membedakan, dan memadukan informasi. Berpotensi menjadi ilmuan dan ahli matematika.
  3. Musical Intelligence, yakni kemampuan untuk memahami komunikasi dengan menggunakan pola-pola nada, bunyi, ritmik dan beat. Berpotensi sebagai musisi dan komposer.
  4. Bodily-Kinesthetic Intelligence, kemampuan menggunakan dan memahami gerakan yang bersifat fisik. Unggul terhadap gerakan tubuh atau kemampuan memanipulasi objek dengan baik. Berpotensi menjadi atlet, instrumentalis, penari, dan SAR.
  5. Visual/Spatial Intelligence, kemampuan menerima dan mengkreasikan kembali visual secara akurat di kepalanya (senirupawan, navigator, perancang, pemain catur).
  6. Interpersonal Intelligence, kemampuan membuat perbedaan-perbedaan diantara individu-individu berkenaan dengan suasana hati, motivasi-motivasi, dan temperamennya, dan mengkomunikasikannya. Berpotensi menjadi (politisi, pemimpin agama, konsultan, pelatih, pengarah).
  7. Intrapersonal Intelligence, kemampuan melakukan refleksi diri dan memiliki kesadaran akan keadaan dirinya. Kemampuan mendefinisikan perasaan dirinya sebagai cara untuk memahami dan mengarahkan tingkah lakunya (psikolog, konsultan).
  8. Naturalistic Intelligence, kemampuan mengenali pola-pola dalam alam dan mengelompokannya menurut hal-hal kecil (ahli botani, geologi, dan penjaga alam).

Apa itu Multiple Intelligences (Kecerdasan Majemuk) Gardner?

Teori Multiple Intelligences atau Kecerdasan Majemuk dikembangkan oleh Gardner pada 1980-an. Teori ini memberikan wacana yang lebih luas dalam memandang seorang anak secara holistik atau menyeluruh.

Teori Gardner ini sangat berseberangan dengan teori-teori sebelumnya yang mengatakan bahwa manusia hanya memiliki verbal linguistik intelligence dan logical-mathematical intelligence.

Menurutnya masih ada enam intelegensia lainnya yang dimiliki oleh setiap manusia. Teori Multiple Intelligences menyebutkan bahwa setiap manusia memiliki multi intelegnsi yang meliputi:
  1. Linguistic Intelligence, yakni suatu kemampuan untuk memahami dan menggunakan bahasa, baik bahasa lisan dan tulisan. Memiliki kepekaan memaknai kata-kata dan fungsi-fungsi bahasa. Mereka berpotensi menjadi penulis, penyair, orator, pengacara.
  2. Locical/Mathematical Intelligence, yakni suatu kemampuan menggunakan berpikir induktif dan deduktif, angka-angka dan pola-pola abstrak. Seringkali menunjuk pada kemampuan berpikir scientific, membandingkan, membedakan, dan memadukan informasi. Berpotensi menjadi ilmuan dan ahli matematika.
  3. Musical Intelligence, yakni kemampuan untuk memahami komunikasi dengan menggunakan pola-pola nada, bunyi, ritmik dan beat. Berpotensi sebagai musisi dan komposer.
  4. Bodily-Kinesthetic Intelligence, kemampuan menggunakan dan memahami gerakan yang bersifat fisik. Unggul terhadap gerakan tubuh atau kemampuan memanipulasi objek dengan baik. Berpotensi menjadi atlet, instrumentalis, penari, dan SAR.
  5. Visual/Spatial Intelligence, kemampuan menerima dan mengkreasikan kembali visual secara akurat di kepalanya (senirupawan, navigator, perancang, pemain catur).
  6. Interpersonal Intelligence, kemampuan membuat perbedaan-perbedaan diantara individu-individu berkenaan dengan suasana hati, motivasi-motivasi, dan temperamennya, dan mengkomunikasikannya. Berpotensi menjadi (politisi, pemimpin agama, konsultan, pelatih, pengarah).
  7. Intrapersonal Intelligence, kemampuan melakukan refleksi diri dan memiliki kesadaran akan keadaan dirinya. Kemampuan mendefinisikan perasaan dirinya sebagai cara untuk memahami dan mengarahkan tingkah lakunya (psikolog, konsultan).
  8. Naturalistic Intelligence, kemampuan mengenali pola-pola dalam alam dan mengelompokannya menurut hal-hal kecil (ahli botani, geologi, dan penjaga alam).

No comments