Organ Manusia Yang Pertama Kali Berfungsi


Dalam proses perkembangan otak dan pikiran seorang bayi dalam Rahim, ada sistem yang terbentuk pada tahap yang sangat dini, yakni sistem pendengaran.
Telinga adalah organ pertama janin yang terhubungkan dengan perkembangan sistem syaraf otak, dan janin mulai mampu mendengar pada usia trisemester kedua kehadirannya dalam rahim.


(. . . وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً . . .)
". . .Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; . . ." (QS. Al-Ahqaf : 26).

Dalam ayat Al-qur'an diatas Allah menyebut kata pendengaran (سَمْعًا) pertama kali dan penyebutannya secara mufrod (tunggal).
Sedangkan untuk penglihatan (أَبْصَارًا) dan hati (أَفْئِدَةً) secara jamak taksir (banyak).

Menurut Ishom Ahmadi dalam (Kaifa Nurobbi Abna'ana : 2009) hal itu membuktikan bahwa pendengaran sangat berperan penting dalam perkembangan pengetahuan. 

Jika mata dan pikiran bisa melihat berbeda sesuai dengan sudut pandang cara kita melihat, maka lain halnya dengan pendengaran. Suara, jika di dengar dari sudut pandang manapun, maka suara yang terdengar akan sama.

Menurut Dr. Alfred Tomatis, Perancis, gangguan pada alat pendengaran baik ketika masih berada dalam kandungan maupun pada tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak manusia, dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan mendengarkan, kemampuan belajar, dan gangguan emosi pada tahun-tahun berikutnya.

Mulai sekitar usia lima bulan bayi dalam kandungan tersebut mulai belajar ‘bahasa’ melalui pembentukan kemampuan sensorik-motorik primernya, yaitu ketika bayi mulai memberikan reaksi-reaksi otot terhadap bunyi dari kata-kata yang diucapkan sang ibu.

Ini menjadi landasan bagi perkembangan kemampuan berbahasa sang bayi ketika dia lahir kelak.

Ketika dia lahir, maka keempat indera lainnya segera berfungsi yakni indera penglihatan, indera pengecap, indera penciuman, dan indera peradaban melalui interaksi-interaksi yang dilakukannya selama hidupnya.

Yang dimulai dari ibunya, lalu ayah, kakak-kakak dan adiknya, anggota keluarga lain, kemudian dengan teman dan gurunya, serta akhirnya dengan lingkungan yang lebih luas.

Baca Juga: Suplemen Peningkat Sistem Imun

Inilah Organ Manusia Yang Pertama Kali Berfungsi

Organ Manusia Yang Pertama Kali Berfungsi


Dalam proses perkembangan otak dan pikiran seorang bayi dalam Rahim, ada sistem yang terbentuk pada tahap yang sangat dini, yakni sistem pendengaran.
Telinga adalah organ pertama janin yang terhubungkan dengan perkembangan sistem syaraf otak, dan janin mulai mampu mendengar pada usia trisemester kedua kehadirannya dalam rahim.


(. . . وَجَعَلْنَا لَهُمْ سَمْعًا وَأَبْصَارًا وَأَفْئِدَةً . . .)
". . .Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan dan hati; . . ." (QS. Al-Ahqaf : 26).

Dalam ayat Al-qur'an diatas Allah menyebut kata pendengaran (سَمْعًا) pertama kali dan penyebutannya secara mufrod (tunggal).
Sedangkan untuk penglihatan (أَبْصَارًا) dan hati (أَفْئِدَةً) secara jamak taksir (banyak).

Menurut Ishom Ahmadi dalam (Kaifa Nurobbi Abna'ana : 2009) hal itu membuktikan bahwa pendengaran sangat berperan penting dalam perkembangan pengetahuan. 

Jika mata dan pikiran bisa melihat berbeda sesuai dengan sudut pandang cara kita melihat, maka lain halnya dengan pendengaran. Suara, jika di dengar dari sudut pandang manapun, maka suara yang terdengar akan sama.

Menurut Dr. Alfred Tomatis, Perancis, gangguan pada alat pendengaran baik ketika masih berada dalam kandungan maupun pada tahun-tahun pertama kehidupan seorang anak manusia, dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan mendengarkan, kemampuan belajar, dan gangguan emosi pada tahun-tahun berikutnya.

Mulai sekitar usia lima bulan bayi dalam kandungan tersebut mulai belajar ‘bahasa’ melalui pembentukan kemampuan sensorik-motorik primernya, yaitu ketika bayi mulai memberikan reaksi-reaksi otot terhadap bunyi dari kata-kata yang diucapkan sang ibu.

Ini menjadi landasan bagi perkembangan kemampuan berbahasa sang bayi ketika dia lahir kelak.

Ketika dia lahir, maka keempat indera lainnya segera berfungsi yakni indera penglihatan, indera pengecap, indera penciuman, dan indera peradaban melalui interaksi-interaksi yang dilakukannya selama hidupnya.

Yang dimulai dari ibunya, lalu ayah, kakak-kakak dan adiknya, anggota keluarga lain, kemudian dengan teman dan gurunya, serta akhirnya dengan lingkungan yang lebih luas.

Baca Juga: Suplemen Peningkat Sistem Imun

No comments