contoh-perilaku-rendah-diripengertian-perilaku-rendah-diriperilaku-harga-diri-rendahperilaku-rendah-diri

Pengertian Perilaku Rendah Diri


Penelitian awal dalam bidang ini dipelopori oleh Alfred Adler (Hendranata,2005:10), yang menggunakan contoh kompleks yang dialami Napoleon untuk mengilustrasikan teorinya. 



Beberapa ahli sosiologi berpendapat bahwa kompleks rendah diri juga dapat dirasakan pada tingkatan yang lebih luas, yaitu pada suatu budaya dari bangsa tertentu. Bangsa yang mengalaminya di antaranya Australia dan beberapa bangsa yang pernah dijajah lainnya.


Aliran Adler (Hendranata,2005:11), menunjukkan perbedaan antara rasa rendah diri primer dan sekunder. Rasa rendah diri primer berakar dari pengalaman sebenarnya dari anak saat dia lemah, tak berdaya, dan tergantung pada orang lain. Perasaan demikian bisa lebih meningkat saat dibandingkan dengan sesamanya atau dengan orang dewasa.
Baca Juga: Definisi Psikologi Menurut Para Ahli
Rasa rendah diri sekunder berhubungan dengan pengalaman orang dewasa saat ia gagal mencapai tujuan akhir yang tidak disadari dan fiktif berupa keamanan subjektif dan berhasil mengkompensasi perasaan rendah dirinya. Jauhnya pencapaian tujuan akan membawa pada perasaan kurang yang akan mengembalikan perasaan rendah dirinya; gabungan perasaan rendah diri demikian akan sangat terasa. 

Tujuan yang ditentukan untuk menghilangkan rasa rendah diri pertama yang bersifat primer justru menjadi penyebab rasa rendah diri kedua yang bersifat sekunder. Lingkaran setan biasa dialami oleh penderita neurosis.

Rendah diri tidaklah sama dengan rendah hati, meskipun keduanya memiliki simtom yang mirip yaitu tidak menonjolkan apa yang ada pada dirinya kepada orang lain. Perbedaan utamanya, rendah hati didasari niat tidak mau membanggakan diri, sedangkan rendah diri adalah karena merasa tidak ada yang bisa dibanggakan dari diri sendiri.

Menurut Hendranata (2005:19),perilaku rasa rendah diri, adalah perasaan bahwa seseorang lebih rendah dibanding orang lain dalam satu atau lain hal. Perasaan demikian dapat muncul sebagai akibat sesuatu yang nyata atau hasil imajinasinya saja. 

Rasa rendah diri sering terjadi tanpa disadari dan bisa membuat orang yang merasakannya melakukan kompensasi yang berlebihan untuk mengimbanginya, berupa prestasi yang spektakuler, atau perilaku antisosial yang ekstrim, atau keduanya sekaligus. 

Tidak seperti rasa rendah diri yang normal, yang dapat mendorong pencapaian prestasi, kompleks rasa rendah diri adalah berupa keadaan putus asa parah, yang mengakibatkan orang yang mengalaminya melarikan diri saat mengalami kesulitan.

Sedangkan Ubaydillah (2007:75) mengatakan bahwa :
Perasaan rendah diri adalah bentuk sikap yang timbul dari perasaan seseorang yang merasa dirinya serba kurang dari orang lain, dan perasaan ini ditimbulkan oleh sifat-sifat negatif yang dimiliki seseorang dan bisa juga terjadi karena perasaan terlalu kejam menghakimi diri sendiri.

Rendah diri terjadi karena menjadikan orang lain sebagai referensi utama tentang keberhasilan, kepandaian, kesuksesan, dan kebahagiaan. Bukan sekedar pembanding atau pemacu semangat, mereka adalah simbol kemenangan sehingga terjadilah perasaan kalah dalam pertandingan semu.

Ini menjadi hal yang mempersulit kemampuan melihat diri sendiri, menikmati semua karunia yang telah diterima, dan menjauhkan diri dari pergaulan yang sehat dan wajar, atau memaksa memakai topeng sebelum menghadapi orang lain.
Rendah diri adalah ironi, karena faktor utamanya adalah ketakutan direndahkan oleh orang lain yang dianggap sebagai acuan, yang memicu adanya pagar maya menghambat perjuangan ambisi, tidak berani bersaing, dan tidak percaya pada kemampuan sendiri untuk mencoba. 

Lalu lingkaran setan terjadi, ketika kegagalan untuk menunjukkan diri segera menjadi umpan balik bagi meningkatnya perasaan rendah diri layaknya bola salju yang terus menggelinding dan membesar, hingga semakin jauh terbenam. Dan semakin tenggelam oleh perasaan.

Ciri-Ciri Perilaku Rendah Diri


Ternyata hampir semua orang mempunyai perasaan rendah diri, tapi kadar penyakit rendah diri ini berbeda satu dengan yang lain dan hasilnyapun akan jauh berberda dari cara seseorang memeranginya. 

Maka Napoleon Bonaparte menasihati demikian: "kalau penyakit rendah diri hinggap pada anda, segeralah perangi sekuat tenaga dengan hal-hal positif. Dan sadarilah bahwa tidak satupun mahluk didunia ini yang sempurna. Seperti kata pepatah: tak ada gading yang tak retak".

Ciri ciri rendah diri antara lain : suka menyendiri, suka menahan keinginannya sendiri, takut diremehkan orang lain, bersikap ekstra hati hati, menolak ke keramaian, merasa diri penuh kekurangan dan tidak percaya bahwa dirinya memiliki kelebihan yang unik.
Baca juga: Layanan Konsultasi BK


Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Rasa Rendah Diri


Penyebab rasa rendah diri antara lain dapat karena cacat fisik, aib keluarga, keterbatasan ekonomi keluarga, pola pendidikan keluarga, teman bermain, peristiwa memalukan ataupun iklim sekolah yang tidak kondusif.

Seperti telah dikemukakan diatas bahwa sikap rendah diri timbul karena perasaan negatif yang timbul dari perasaan sendiri misalnya cacat jasmani sehingga merasa tidak normal, tidak sama dengan orang lain, bisa juga karena merasa tidak sepadan dengan teman-teman sepergaulan karena pendidikan yang jauh lebih rendah dengan yang lainnya, atau derajat kekayaan yang menjadi tolok ukurannya, maka lahirlah istilah kaum Jetzet atau anak gedongan  sebagai golongan orang kaya. Juga ada anak bawang, bahkan anak singkong untuk golongan orang miskin.

Ubaydillah (2007:81) menyebutkan faktor-faktor penyebab rendah diri antara lain :
  1. Saat lahir-setiap orang lahir dengan perasaan rendah diri karena pada waktu itu ia tergantung pada orang lain yang berada di sekitarnya.
  2. Sikap orangtua-memberikan pendapat dan evaluasi negatif terhadap perilaku dan kelemahan anak di bawah enam tahun akan menentukan sikap anak tersebut.
  3. Kekurangan fisik-seperti kepincangan, bagian wajah yang tidak proporsional, ketidakmampuan dalam bicara atau penglihatan mengakibatkan reaksi emosional dan berhubungan dengan pengalaman tidak menyenangkan sebelumnya.
  4. Keterbatasan mental-membawa rasa rendah diri saat dilakukan perbandingan dengan prestasi tinggi dari orang lain, dan saat diharapkannya penampilan yang sempurna padahal aturannya pun tidak dipahami.
  5. Kekurangan secara sosial-keluarga, ras, jenis kelamin, atau status sosial.
Perlu disadari bahwa penyakit rendah diri itu betul-betul adalah perasaan sendiri, yaitu takut tidak pantas, takut dipandang bodoh, takut keliru, takut tidak ditanggapi, dan jadinya selalu menilai diri sendiri kurang ini, kurang itu selalu serba salah dan jadi kuper (Kurang Pergaulan), Kerena untuk bergaul diperlukan perasaan Percaya Diri yang kuat

Bahaya dari Rasa Rendah Diri


Menurut seorang para tokoh ilmu jiwa, bahwa dalam pribadi seseorang sangat dipengaruhi oleh dorongan-dorongan mendasar, diantaranya adalah dorongan ingin berkuasa untuk pembentukan sebuah harga diri seseorang.

Jika dorongan ambisi ingin berkuasa dalam bentuk apapun selalu tertekan atau terpendam maka akan timbul harga diri yang berkurang yaitu istilah populernya Rendah diri atau Minder. Rasa rendah diri, tidak dalam kamus orang yang kreatif, baik dalam bentuk pikiran atau dalam bentuk tindakan, Tapi hal ini akan berakibat buruk bagi orang yang tidak bisa berfikir kreatif apalagi tidak bisa berfikir sehat
  1. Rendah diri itu berbahaya. Meskipun ia tidak melanggar hukum sehingga siapa saja boleh merasakannya, dan tak ada seorangpun bisa mencegahnya, namun rendah diri membawa dampak menghilangnya potensi-potensi keragaman keindahan yang belum sempat muncul. Rendah diri bisa membuat gampang menyalahkan orang lain dan keadaan. Ia bisa menimbulkan perasaan iri tanpa juntrungan, memicu pribadi bertopeng dan pencari jalan pintas. Bahkan rendah diri bisa menyebar dan menular bagai wabah ketika akhirnya definisi tentang keberhasilan dan kemenangan menjadi homogen oleh mereka yang memiliki cara pandang sama dan itu-itu saja.
  2. Rendah diri adalah potensi kesombongan. Kala ukuran kesuksesan dilihat dari kulit luar, maka ketika menganggap diri telah mencapai standar tersebut, ia bisa menjadi sombong dan merendahkan orang lain seperti waktu sebelumnya ia merasa direndahkan lingkungannya. Merendahkan diri sendiri maupun merendahkan orang lain, adalah sama-sama bentuk dari rasa tidak berterima kasih atas segala anugerah dari Sang Maha Pengatur. (Ubaydillah, 2007:83)
  3. Perasaan ini bisa dimanifestasikan dalam bentuk penarikan diri dari kontak sosial atau pencarian perhatian yang berlebihan dari orang lain, kritik, kepatuhan berlebihan, dan perasaan khawatir.

Upaya-upaya Mencegah Timbulnya Rasa Rendah Diri


Hendranata (2005:22) menyebutkan cara-cara yabng ditempuh untuk mencegah timbulnya rasa rendah diri, antara lain dengan :
  1. Menerima diri apa adanya dan bersikap terbuka terhadap orang lain
  2. Bersedia mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain
  3. Belajar mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  4. Mengambil hikmah atas kekurangan diri sendiri dan berfokus dan terus meningkatkan kelebihan diri
  5. Senantiasa berfikir positif
  6. Bersahabat dengan segala lapisan namun tetap memilih teman teman yang positif
  7. Ikut aktif dalam kegiatan sekolah, sosial, keagamaan dsb.
Disamping itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan upaya mengatasi rasa rendah diri :
  • Membangun imunitas dalam diri
Upaya pertahanan terbaik adalah membangun imunitas dalam diri kita agar mampu mengatasi efek kejadian tidak terduga tersebut. Untuk meraih imunitas internal tersebut mulailah dengan keyakinan bahwa kita bisa bertahan hidup. 

Selanjutnya, kewajiban kita menunjukkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, keluarga, serta kerabat bahwa kita yakin bisa berbuat yang terbaik untuk bisa bertahan hidup. Jadi, kita bukanlah tipe orang yang mudah menyerah, apalagi menunjukkan ketakutan atau kelemahan dalam menghadapi hidup ini.
  • Kerja keras
Rasa rendah diri memang bisa terasa mendasar bila melihat kenyataan melihat orang cacat fisik, kesadaran akan asal ras tertentu, kurang pendidikan, kemiskinan, atau keturunan yang tidak baik di mata masyarakat. Mereka harus lebih kompetitif dan tidak dilanda rasa iri hati atas kesuksesan teman lain. 

Untuk itu pula kita harus bekerja keras seperti halnya orang difabel yang punya prestasi luar biasa, seperti Hellen Keller, Beethoven, Thomas Alva Edison.

Yang membuat mereka sukses adalah filosofi "Bergembiralah dengan rasa rendah dirimu karena justru dengan perasaan itu kita bisa sukses". Dengan demikian akhirnya kita menyadari selama ini kita terbelenggu "kecenderungan terlampau mengasihani diri dan menghabiskan energi untuk meratapi takdir dengan berharap punya orangtua baru, masa anak-anak baru, tahu cara berganti warna kulit, dan sebagainya. Ubahlah segera pola pikir kompensasi negatif menjadi kompensasi positif dengan cara mengubah ungkapan "Saya tidak bisa" menjadi "Saya bisa".
  • Hindari menjadikan diri sendiri menjadi musuh
Hindari menjadikan dirimu sendiri jadi musuhmu dengan selalu mengasihani diri karena mengasihani diri sendiri merupakan sarana bagi kehancuran diri kita. Seseorang yang tidak bisa menghargai diri sendiri adalah orang yang selalu berada dalam keraguan. 

Bersemangat dan berkontribusi sekecil apa pun dalam roda kehidupan memang tidak akan membuat diri kita penuh kebahagiaan, tetapi paling tidak bisa menangkal kebebalan otak kita selama ini. Penyaluran hobi musik, seni, sastra, olahraga, juga bisa menjadi penyembuh rendah diri.
  • Disiplin dan tanggung jawab
Lakukanlah hal-hal yang tadinya kita hindari dengan penuh disiplin dan tanggung jawab. Misalnya, karena merasa bentuk tubuh kita kurang cocok untuk berdansa, maka kita bisa saja menghindari dansa. Untuk itu, mulailah memutuskan belajar berdansa dengan disiplin yang baik sehingga keterampilan yang kita miliki menjadi sesuatu yang membanggakan dan dengan sendirinya kita akan melupakan kekurangan bentuk tubuh kita.
  • Berani memutuskan
Jadi, kita harus berani memutuskan menghadapi hal-hal yang kita takutkan sebelumnya. Berlatihlah mengungkapkan ide saat berdiskusi dengan teman dan beranikanlah mulai bertanya kepada guru yang mengajar manakala tidak memahami apa yang diterangkan guru.

Bagi orang yang berfikir kreatif dan berfikir positif maka perasaan rendah diri ini akan diolah, dijadikan semacam energi untuk menghidupkan semangat juang yang tak kunjung padam untuk mengejar kekurangan-kekurangannya. Ia akan bersemangat untuk mengejar sukses dalam meraih cita-citanya untuk menutupi kekurangannya, yang mana bisa berakibat menimbulkan perasaan rendah diri tersebut.

Sikap ini sangat berguna sekali bagi orang-orang tersebut karena apapun yang menjadi kekurangannya dalam hal bersaing dengan orang lain pasti dia lebih giat mencari tahu dengan belajar, membaca, ikut kursus dan sebagainya untuk mencari sumber-sumber untuk menambah pengetahuannya.

Bagi orang yang selalu berfikir negatif dan tidak bisa berfikir realistis atau berakal sehat, maka perasaan rendah diri yang sudah terbentuk akan semakin berat menekan harga dirinya. 

Dan kalau perasaan Rendah diri ini terus menerus tidak mendapat saluran, akan menimbulkan rasa jengkel,  baik pada diri sendiri atau pada orang lain dan lahirlah sikap iri hati, dengki, apatis (tidak perdulian), rasa takut untuk bertindak, benci terhadap lingkungannya (bersikap curiga).

Dan yang paling berbahaya suka menjadi orang yang sombong (sok) yaitu untuk menutupi kekurangannya dia bisa bertindak sok tahu, sok berani, sok ngatur, sok ngebos, sok jagoan dan sebagainya. 

Sehingga menimbulkan juga kebencian dari lingkungannya sendiri, karena bisanya orang yang dihinggapi perasaan rendah diri sering menjengkelkan lingkungannya sendiri baik keluarga, teman, atau masyarakat pada umumnya.

Biasanya didalam diri orang yang merasa rendah diri, sering ditemukan potensi yang luar biasa dilain bidang (pada suatu bidang tertentu). Banyak orang yang menjadi jutawan dan terkenal karena berhasil menguasai perasaan rendah dirinya.

William Neaston (dalam Hendranata, 2005 :24) mengemukakan pendapatnya bahwa: "Banyak orang berpendidikan hebat justru tidak pernah melahirkan ide hebat yang baru atau daya cipta yang baik, sebaliknya orang tertentu yang hanya tamatan sekolah dasar atau sekolah lanjutan atas saja mampu mencapai hasil gemilang, karena daya kreatifitasnya yang tak ternilai". 

Mereka percaya pada kemampuan diri sendiri dan penuh daya upaya yang aktif. Jangan rendah diri. Hidup hanya sekali harus dinikmati dan dijalani dengan penuh percaya diri. Berjuang dan bersyukur tak berhenti.

Perilaku Rendah Diri

contoh-perilaku-rendah-diripengertian-perilaku-rendah-diriperilaku-harga-diri-rendahperilaku-rendah-diri

Pengertian Perilaku Rendah Diri


Penelitian awal dalam bidang ini dipelopori oleh Alfred Adler (Hendranata,2005:10), yang menggunakan contoh kompleks yang dialami Napoleon untuk mengilustrasikan teorinya. 



Beberapa ahli sosiologi berpendapat bahwa kompleks rendah diri juga dapat dirasakan pada tingkatan yang lebih luas, yaitu pada suatu budaya dari bangsa tertentu. Bangsa yang mengalaminya di antaranya Australia dan beberapa bangsa yang pernah dijajah lainnya.


Aliran Adler (Hendranata,2005:11), menunjukkan perbedaan antara rasa rendah diri primer dan sekunder. Rasa rendah diri primer berakar dari pengalaman sebenarnya dari anak saat dia lemah, tak berdaya, dan tergantung pada orang lain. Perasaan demikian bisa lebih meningkat saat dibandingkan dengan sesamanya atau dengan orang dewasa.
Baca Juga: Definisi Psikologi Menurut Para Ahli
Rasa rendah diri sekunder berhubungan dengan pengalaman orang dewasa saat ia gagal mencapai tujuan akhir yang tidak disadari dan fiktif berupa keamanan subjektif dan berhasil mengkompensasi perasaan rendah dirinya. Jauhnya pencapaian tujuan akan membawa pada perasaan kurang yang akan mengembalikan perasaan rendah dirinya; gabungan perasaan rendah diri demikian akan sangat terasa. 

Tujuan yang ditentukan untuk menghilangkan rasa rendah diri pertama yang bersifat primer justru menjadi penyebab rasa rendah diri kedua yang bersifat sekunder. Lingkaran setan biasa dialami oleh penderita neurosis.

Rendah diri tidaklah sama dengan rendah hati, meskipun keduanya memiliki simtom yang mirip yaitu tidak menonjolkan apa yang ada pada dirinya kepada orang lain. Perbedaan utamanya, rendah hati didasari niat tidak mau membanggakan diri, sedangkan rendah diri adalah karena merasa tidak ada yang bisa dibanggakan dari diri sendiri.

Menurut Hendranata (2005:19),perilaku rasa rendah diri, adalah perasaan bahwa seseorang lebih rendah dibanding orang lain dalam satu atau lain hal. Perasaan demikian dapat muncul sebagai akibat sesuatu yang nyata atau hasil imajinasinya saja. 

Rasa rendah diri sering terjadi tanpa disadari dan bisa membuat orang yang merasakannya melakukan kompensasi yang berlebihan untuk mengimbanginya, berupa prestasi yang spektakuler, atau perilaku antisosial yang ekstrim, atau keduanya sekaligus. 

Tidak seperti rasa rendah diri yang normal, yang dapat mendorong pencapaian prestasi, kompleks rasa rendah diri adalah berupa keadaan putus asa parah, yang mengakibatkan orang yang mengalaminya melarikan diri saat mengalami kesulitan.

Sedangkan Ubaydillah (2007:75) mengatakan bahwa :
Perasaan rendah diri adalah bentuk sikap yang timbul dari perasaan seseorang yang merasa dirinya serba kurang dari orang lain, dan perasaan ini ditimbulkan oleh sifat-sifat negatif yang dimiliki seseorang dan bisa juga terjadi karena perasaan terlalu kejam menghakimi diri sendiri.

Rendah diri terjadi karena menjadikan orang lain sebagai referensi utama tentang keberhasilan, kepandaian, kesuksesan, dan kebahagiaan. Bukan sekedar pembanding atau pemacu semangat, mereka adalah simbol kemenangan sehingga terjadilah perasaan kalah dalam pertandingan semu.

Ini menjadi hal yang mempersulit kemampuan melihat diri sendiri, menikmati semua karunia yang telah diterima, dan menjauhkan diri dari pergaulan yang sehat dan wajar, atau memaksa memakai topeng sebelum menghadapi orang lain.
Rendah diri adalah ironi, karena faktor utamanya adalah ketakutan direndahkan oleh orang lain yang dianggap sebagai acuan, yang memicu adanya pagar maya menghambat perjuangan ambisi, tidak berani bersaing, dan tidak percaya pada kemampuan sendiri untuk mencoba. 

Lalu lingkaran setan terjadi, ketika kegagalan untuk menunjukkan diri segera menjadi umpan balik bagi meningkatnya perasaan rendah diri layaknya bola salju yang terus menggelinding dan membesar, hingga semakin jauh terbenam. Dan semakin tenggelam oleh perasaan.

Ciri-Ciri Perilaku Rendah Diri


Ternyata hampir semua orang mempunyai perasaan rendah diri, tapi kadar penyakit rendah diri ini berbeda satu dengan yang lain dan hasilnyapun akan jauh berberda dari cara seseorang memeranginya. 

Maka Napoleon Bonaparte menasihati demikian: "kalau penyakit rendah diri hinggap pada anda, segeralah perangi sekuat tenaga dengan hal-hal positif. Dan sadarilah bahwa tidak satupun mahluk didunia ini yang sempurna. Seperti kata pepatah: tak ada gading yang tak retak".

Ciri ciri rendah diri antara lain : suka menyendiri, suka menahan keinginannya sendiri, takut diremehkan orang lain, bersikap ekstra hati hati, menolak ke keramaian, merasa diri penuh kekurangan dan tidak percaya bahwa dirinya memiliki kelebihan yang unik.
Baca juga: Layanan Konsultasi BK


Faktor-faktor Penyebab Timbulnya Rasa Rendah Diri


Penyebab rasa rendah diri antara lain dapat karena cacat fisik, aib keluarga, keterbatasan ekonomi keluarga, pola pendidikan keluarga, teman bermain, peristiwa memalukan ataupun iklim sekolah yang tidak kondusif.

Seperti telah dikemukakan diatas bahwa sikap rendah diri timbul karena perasaan negatif yang timbul dari perasaan sendiri misalnya cacat jasmani sehingga merasa tidak normal, tidak sama dengan orang lain, bisa juga karena merasa tidak sepadan dengan teman-teman sepergaulan karena pendidikan yang jauh lebih rendah dengan yang lainnya, atau derajat kekayaan yang menjadi tolok ukurannya, maka lahirlah istilah kaum Jetzet atau anak gedongan  sebagai golongan orang kaya. Juga ada anak bawang, bahkan anak singkong untuk golongan orang miskin.

Ubaydillah (2007:81) menyebutkan faktor-faktor penyebab rendah diri antara lain :
  1. Saat lahir-setiap orang lahir dengan perasaan rendah diri karena pada waktu itu ia tergantung pada orang lain yang berada di sekitarnya.
  2. Sikap orangtua-memberikan pendapat dan evaluasi negatif terhadap perilaku dan kelemahan anak di bawah enam tahun akan menentukan sikap anak tersebut.
  3. Kekurangan fisik-seperti kepincangan, bagian wajah yang tidak proporsional, ketidakmampuan dalam bicara atau penglihatan mengakibatkan reaksi emosional dan berhubungan dengan pengalaman tidak menyenangkan sebelumnya.
  4. Keterbatasan mental-membawa rasa rendah diri saat dilakukan perbandingan dengan prestasi tinggi dari orang lain, dan saat diharapkannya penampilan yang sempurna padahal aturannya pun tidak dipahami.
  5. Kekurangan secara sosial-keluarga, ras, jenis kelamin, atau status sosial.
Perlu disadari bahwa penyakit rendah diri itu betul-betul adalah perasaan sendiri, yaitu takut tidak pantas, takut dipandang bodoh, takut keliru, takut tidak ditanggapi, dan jadinya selalu menilai diri sendiri kurang ini, kurang itu selalu serba salah dan jadi kuper (Kurang Pergaulan), Kerena untuk bergaul diperlukan perasaan Percaya Diri yang kuat

Bahaya dari Rasa Rendah Diri


Menurut seorang para tokoh ilmu jiwa, bahwa dalam pribadi seseorang sangat dipengaruhi oleh dorongan-dorongan mendasar, diantaranya adalah dorongan ingin berkuasa untuk pembentukan sebuah harga diri seseorang.

Jika dorongan ambisi ingin berkuasa dalam bentuk apapun selalu tertekan atau terpendam maka akan timbul harga diri yang berkurang yaitu istilah populernya Rendah diri atau Minder. Rasa rendah diri, tidak dalam kamus orang yang kreatif, baik dalam bentuk pikiran atau dalam bentuk tindakan, Tapi hal ini akan berakibat buruk bagi orang yang tidak bisa berfikir kreatif apalagi tidak bisa berfikir sehat
  1. Rendah diri itu berbahaya. Meskipun ia tidak melanggar hukum sehingga siapa saja boleh merasakannya, dan tak ada seorangpun bisa mencegahnya, namun rendah diri membawa dampak menghilangnya potensi-potensi keragaman keindahan yang belum sempat muncul. Rendah diri bisa membuat gampang menyalahkan orang lain dan keadaan. Ia bisa menimbulkan perasaan iri tanpa juntrungan, memicu pribadi bertopeng dan pencari jalan pintas. Bahkan rendah diri bisa menyebar dan menular bagai wabah ketika akhirnya definisi tentang keberhasilan dan kemenangan menjadi homogen oleh mereka yang memiliki cara pandang sama dan itu-itu saja.
  2. Rendah diri adalah potensi kesombongan. Kala ukuran kesuksesan dilihat dari kulit luar, maka ketika menganggap diri telah mencapai standar tersebut, ia bisa menjadi sombong dan merendahkan orang lain seperti waktu sebelumnya ia merasa direndahkan lingkungannya. Merendahkan diri sendiri maupun merendahkan orang lain, adalah sama-sama bentuk dari rasa tidak berterima kasih atas segala anugerah dari Sang Maha Pengatur. (Ubaydillah, 2007:83)
  3. Perasaan ini bisa dimanifestasikan dalam bentuk penarikan diri dari kontak sosial atau pencarian perhatian yang berlebihan dari orang lain, kritik, kepatuhan berlebihan, dan perasaan khawatir.

Upaya-upaya Mencegah Timbulnya Rasa Rendah Diri


Hendranata (2005:22) menyebutkan cara-cara yabng ditempuh untuk mencegah timbulnya rasa rendah diri, antara lain dengan :
  1. Menerima diri apa adanya dan bersikap terbuka terhadap orang lain
  2. Bersedia mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain
  3. Belajar mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
  4. Mengambil hikmah atas kekurangan diri sendiri dan berfokus dan terus meningkatkan kelebihan diri
  5. Senantiasa berfikir positif
  6. Bersahabat dengan segala lapisan namun tetap memilih teman teman yang positif
  7. Ikut aktif dalam kegiatan sekolah, sosial, keagamaan dsb.
Disamping itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan upaya mengatasi rasa rendah diri :
  • Membangun imunitas dalam diri
Upaya pertahanan terbaik adalah membangun imunitas dalam diri kita agar mampu mengatasi efek kejadian tidak terduga tersebut. Untuk meraih imunitas internal tersebut mulailah dengan keyakinan bahwa kita bisa bertahan hidup. 

Selanjutnya, kewajiban kita menunjukkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, keluarga, serta kerabat bahwa kita yakin bisa berbuat yang terbaik untuk bisa bertahan hidup. Jadi, kita bukanlah tipe orang yang mudah menyerah, apalagi menunjukkan ketakutan atau kelemahan dalam menghadapi hidup ini.
  • Kerja keras
Rasa rendah diri memang bisa terasa mendasar bila melihat kenyataan melihat orang cacat fisik, kesadaran akan asal ras tertentu, kurang pendidikan, kemiskinan, atau keturunan yang tidak baik di mata masyarakat. Mereka harus lebih kompetitif dan tidak dilanda rasa iri hati atas kesuksesan teman lain. 

Untuk itu pula kita harus bekerja keras seperti halnya orang difabel yang punya prestasi luar biasa, seperti Hellen Keller, Beethoven, Thomas Alva Edison.

Yang membuat mereka sukses adalah filosofi "Bergembiralah dengan rasa rendah dirimu karena justru dengan perasaan itu kita bisa sukses". Dengan demikian akhirnya kita menyadari selama ini kita terbelenggu "kecenderungan terlampau mengasihani diri dan menghabiskan energi untuk meratapi takdir dengan berharap punya orangtua baru, masa anak-anak baru, tahu cara berganti warna kulit, dan sebagainya. Ubahlah segera pola pikir kompensasi negatif menjadi kompensasi positif dengan cara mengubah ungkapan "Saya tidak bisa" menjadi "Saya bisa".
  • Hindari menjadikan diri sendiri menjadi musuh
Hindari menjadikan dirimu sendiri jadi musuhmu dengan selalu mengasihani diri karena mengasihani diri sendiri merupakan sarana bagi kehancuran diri kita. Seseorang yang tidak bisa menghargai diri sendiri adalah orang yang selalu berada dalam keraguan. 

Bersemangat dan berkontribusi sekecil apa pun dalam roda kehidupan memang tidak akan membuat diri kita penuh kebahagiaan, tetapi paling tidak bisa menangkal kebebalan otak kita selama ini. Penyaluran hobi musik, seni, sastra, olahraga, juga bisa menjadi penyembuh rendah diri.
  • Disiplin dan tanggung jawab
Lakukanlah hal-hal yang tadinya kita hindari dengan penuh disiplin dan tanggung jawab. Misalnya, karena merasa bentuk tubuh kita kurang cocok untuk berdansa, maka kita bisa saja menghindari dansa. Untuk itu, mulailah memutuskan belajar berdansa dengan disiplin yang baik sehingga keterampilan yang kita miliki menjadi sesuatu yang membanggakan dan dengan sendirinya kita akan melupakan kekurangan bentuk tubuh kita.
  • Berani memutuskan
Jadi, kita harus berani memutuskan menghadapi hal-hal yang kita takutkan sebelumnya. Berlatihlah mengungkapkan ide saat berdiskusi dengan teman dan beranikanlah mulai bertanya kepada guru yang mengajar manakala tidak memahami apa yang diterangkan guru.

Bagi orang yang berfikir kreatif dan berfikir positif maka perasaan rendah diri ini akan diolah, dijadikan semacam energi untuk menghidupkan semangat juang yang tak kunjung padam untuk mengejar kekurangan-kekurangannya. Ia akan bersemangat untuk mengejar sukses dalam meraih cita-citanya untuk menutupi kekurangannya, yang mana bisa berakibat menimbulkan perasaan rendah diri tersebut.

Sikap ini sangat berguna sekali bagi orang-orang tersebut karena apapun yang menjadi kekurangannya dalam hal bersaing dengan orang lain pasti dia lebih giat mencari tahu dengan belajar, membaca, ikut kursus dan sebagainya untuk mencari sumber-sumber untuk menambah pengetahuannya.

Bagi orang yang selalu berfikir negatif dan tidak bisa berfikir realistis atau berakal sehat, maka perasaan rendah diri yang sudah terbentuk akan semakin berat menekan harga dirinya. 

Dan kalau perasaan Rendah diri ini terus menerus tidak mendapat saluran, akan menimbulkan rasa jengkel,  baik pada diri sendiri atau pada orang lain dan lahirlah sikap iri hati, dengki, apatis (tidak perdulian), rasa takut untuk bertindak, benci terhadap lingkungannya (bersikap curiga).

Dan yang paling berbahaya suka menjadi orang yang sombong (sok) yaitu untuk menutupi kekurangannya dia bisa bertindak sok tahu, sok berani, sok ngatur, sok ngebos, sok jagoan dan sebagainya. 

Sehingga menimbulkan juga kebencian dari lingkungannya sendiri, karena bisanya orang yang dihinggapi perasaan rendah diri sering menjengkelkan lingkungannya sendiri baik keluarga, teman, atau masyarakat pada umumnya.

Biasanya didalam diri orang yang merasa rendah diri, sering ditemukan potensi yang luar biasa dilain bidang (pada suatu bidang tertentu). Banyak orang yang menjadi jutawan dan terkenal karena berhasil menguasai perasaan rendah dirinya.

William Neaston (dalam Hendranata, 2005 :24) mengemukakan pendapatnya bahwa: "Banyak orang berpendidikan hebat justru tidak pernah melahirkan ide hebat yang baru atau daya cipta yang baik, sebaliknya orang tertentu yang hanya tamatan sekolah dasar atau sekolah lanjutan atas saja mampu mencapai hasil gemilang, karena daya kreatifitasnya yang tak ternilai". 

Mereka percaya pada kemampuan diri sendiri dan penuh daya upaya yang aktif. Jangan rendah diri. Hidup hanya sekali harus dinikmati dan dijalani dengan penuh percaya diri. Berjuang dan bersyukur tak berhenti.

No comments