Berdirinya Ormas Islam di Indonesia Sesuai Urut Tahun


Pada permulaan abad ke-20 terjadi beberapa perubahan di dunia Islam yang pada prinsipnya adalah suatu gerakan untuk merespon penjajahan yang dilakukan oleh dunia Barat.Gerakan tersebut bermula dari gerakan pembaharuan yang muncul di Timur Tengah. 



Pemerintah Belanda susah berusaha membendung imbas gerakan tersebut baik yang berkaitan dengan perjalanan ibadah Haji, maupun buku-buku terbitan Timur Tengah. Hanya saja para tokoh muslim di Indonesia masih mendapatkan brosur-brosur atau majalah yang berisi pemikiran pembaharuan Islam di Timur Tengah. 



Berikut akan dikemukakan beberapa jumlah organisasi yang berkembang pada masa kebangkitan yang diantara sebagian dari usahanya itu ialah mengupayakan perbaikan dan pengembangan Pendidikan Islam dengan tujuan membebaskan umat Islam dari kebodohan dan keterbelakangan. 


Berikut ini daftar organisasinya:


Al Jami’ah al-Khairiyah


Organisasi ini didirikan di Jakarta oeh tokoh-tokoh Islam keturunan Arab pada tahun 1901 Medan baru diakui oleh Belanda pada tanggal 17 Juli 1905 M. Al-Jami’ah Al-Khairiyah adalah organisasi Islam pertama di Indonesia yang aktivitas organisasi diselenggarakan dengn system Barat. 

Diantara program kegiatan organsasi al-Jam’iyah ialah mendirikan sekolah-sekolah dan mengirimkan para pelajar ke Turki untuk melanjutkan studi.

Kurikulum sekolah-sekolah al-Khairiyah terdiri dari mata pelajaran umum dan agama, bahasa Arab dan Melayu sebagai bahasa pengantar, sementara bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. 

Dalam hal pemenuhan tenaga pengajar, organisasi ini merekrut beberapa tenaga dari Indonesia dengan kriteria tertentu, misalnya Muhammad Manshur yang pernah mengajar di lembaga tersebut tahun 1907 M, selain itu para pengajar banyak didatangkan dari Luar Negeri, seperti Al-Hasyimi dri Tunis, Ahmad Syurkati dari Sudan dan Syeikh Abu Hamid dari Makkah.

Sesudah tahun 1910 M, dalam organisasi ini timbul perselisihan yang bermula dari kasus yang ditimbulkan dari sikap feodalistik yang meminta hak istimewa dalam hidup bermasyarakat. Permintaan tersebut muncul dari mereka yang mengaku sebagai keturunan nabi, juga masalah larangan perkawinan antara anak sayid dengan non sayid. 

Pro kontra tentang berbagai persoalan tersebut berakhir dengan perpecahan dalam tubuh organisasi. Mereka yang tidak sefaham dengan permintaan menghormati sayyid dikelompokan sebagai kelompok reformis dan selanjutnya mendirikan organisasi sendiri yang bernama Al-Irsyad.


Muhammadiyah


Salah satu organisasi Islam yang mempunyai peran penting dalam pendidikan Islam di Indonesia adalah Muhammadiyah. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 M, atau bertepatan dengan tanggal 6 dhulhijjah 1330 H. oleh kyai Haji Ahmad Dahlan. Sebagai organisasi Islam, 

Muhammadiyah mempunyai beberapa ciri, yaitu sebagai gerakan Islam, sebagai gerakan dakwah, dan sekaligus sebagai gerakan Tajdid
Sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah memperjuangkan organisasinya berdasarkan Islam dan berusaha mewujudkan syariat Islam dalam
kehidupan masyarakat. 

Sebagai gerakan dakwah, muhamadiyah dlam memperjuangkan cita-citnya ditempu melalui dakwah secara bijaksana. sedangkan  sebgai gerakan tajdhid muhamadiyah berusaha memperbarui dan meningkatkan  pemahaman islam secara rasional berdasarkan tuntutan msyarakat moderen.

Organisasi ini di dirikan dengan tujuan: menyebarkan ajaran nabi Muhammad Saw kepadapenduduk bumi putra dan memajukan agama islam kepada para anggotanya yang kegiatan pokoknya adalah mengadakan tabligh yang dilaksanakan sec ara teratur setiap seminggu sekali.

Dalam bidang pendidikan,mohamadiyah melanjutkan model sekolah yang di gabungkan dengan sistm Gubermemen. Sehubungan dengan itu selain mendirikan sekolah dasar di kampungnya sendiri, K.H.Ahmad Dahlan juga mendirikan sekolah-sekolah yang sama di beberapa daerah lain. 

Sampai dengan tahun 1923 M, di Yogyakarta telah berdiri empat sekolah Dasar Muhammadiyah, sudah dipersiapkan mendirikan HIS dan sekolah Pendidikan Guru.Disamping itu Muhammadiyah juga sibuk mendirikan HIS di Jakarta.

Kemudian tahun 1925 M Muhammadiyah sudah mempunyai 29 cbang dengan 4000 anggota. Pada sisi lain bahwa berdirinya cabang baru adalah identik dengan berdirina sekolah baru.  Atas  dasar itulah maka tahun itu di bawah muhamadiyah telah tercatat, 8 HIS, 32 Sekolah  dasar ,14 madarasah,dan 1 sechekel school  , dengan 119 guru dan  4.000 murid.

Menurut  catatan majlis pendidikan. Pengajaran dan kebudayaan pusat, jumlah sekolah-sekolah yang di kelola oleh ekolah muhamadiyah ,sesuai dengan data mapendapu tahun 1982 lebih kurang berjumlah 21.101 sekolah yang terdiri dari : taman kanak-kanak sebnyak 3000 buah, perguruan tingkat dasar 6396. Tingkat Menengah sebanyak 1664 sekolah dan 41 perguruan tinggi.


Al-Ishlah wa al-Irsyad


Organisasi ini didirikan pada tahun 1913 di Jakarta.Tokoh pendirinya ialah Syeikh Ahmad Syurkati. Beliau adalah seorang ulama yang dilahirkan di Dunggala Sudan pada tahun 1872 M. ia berasal dari keluarga yang taat beragama. 

Atas dasar itu Shurkati telah banyak memahami ayat-ayat Al-Qur’an sejak kecil. Kendati demikian ia tidak pernah terpenuhi keinginannya belajar di Mesir. Hal tersebut disebabkan karena setelah ayahnya meninggal dunia.Pada tahun 1906 Syurkati menerima sertifikat tertinggi Guru Agama dari pemerintahan Istambul.

Al-Irsyad sebagaimana organisasi Islam yang merumuskan tujuan organisasinya untuk memajukan agama islam yang murni di kalangan bangsa Arab Indonesia. Dalam kegiatan organisasi tersebut memusatkan perhatiannya di bidng pendidikan terutama pada masyarakat Arab.

Al-Irsyad juga mempunyai cita-cita memobilisasi tingkat kecerdasan bangsa Indonesia di bidang pendidikan tidak hanya terbatas di kalangan keturunan Arab saja, tapi juga seluruh bangsa Indonesia. Organisasi ini juga bekerja sama dengan Muhammadiyah dan Persatuan Islam. Mereka kemudian mendirikan sekolah-sekolah mulai dari dasar, menengah, dan keguruan.

Sebagaimana organisasi keagamaan yang lain, Al-Irsyad juga memanfaatkan media tabligh dan pertemuan-pertemuan sebagai sarana untuk menyebarkan faham keagamaannya. Ia juga meerbitkan buku-buku dan panflet-panflet, majalah al-Dzakirah yang dipimpin sendiri oleh Shurkati. Majalah ni berisi kupasan pertanyaan tentang maslah keagamaan.


Persyarikatan Ulama


Persyarikatan Ulama adalah  perwujudan sebuah gerakan pembaharuan di daerah Majalengka Jawa Barat, yang dimulai pendirinya tahun 1911 atas inisiatif Kyai Haji Abdul Halim. Kyai Haji Abdul Halim memperoleh pendidikan agama dari pada masa kanak-kanak dari berbagai pesantren di daerah Majalengka.

Setalah berumur 22 tahun pergi ke Makkah untuk menunaikan ibdah haji dan melanjutkan pendidikannya.Ia bermukim disana selama 3 tahun dan mengenal tulisan-tulisan Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. 

Enam tahun setelah kembali dari Makkah, Abdul Halim mendirikan organisasi yang diberi nama :  Hayatul Qulub. Organisasi ini bergerak dibidang ekonomi dan pendidikan. Anggotanya semula berjumah 60 orng yang umunya tertidiri dari pedagang dan petani.

Dalam perkembangan berikutnya karena tuntutan kebutuhan masyarakat dirasa perlu untuk mendirikan lembaga pendidikan modern, maka didirikanlah sekolah yang diberi nama jam’iyah I’anah Al-Muta’alimin.K.H.Abdul Halim hubungan dengan organisasi al-jami’ah al-khairiyah dan al-Irsyad. 

Beliau mewajibkan kepada para murid yang telah mencapai tingkat tertentu untuk memahami bahas arab yang dijadikan sebagai bahasa pengantar pada kelas-kelas lanjutan. 

Organisasi Hayatul Qulub ini selanjutnya diganti dengan nama “Persyarikatan Ulama” dan diakui secara hokum oleh pemerintah Belanda pada tahun 1917 berkat bantuan HOS Cokro Aminoto. Organisasi ni juga dikenal dengan nama perikatan Ulama yang pada tahun 1952 difungsikan dengan organisasi islam lainnya yaitu : Al-Ittihadiyah al-Islamiyah(AAI) menjadi “Persatuan Umat Islam”.

Dalam konggres tahun 1932, kyai haji Abdul Halim mengusulkan kepada anggotanya agar mendirikan lembaga pendidikan yang tidak saja mengajarkan ilmu-ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga kelengkapan-kelengkapan pekerjaan tangan, perdagangan dan pertanian sesuai dengan bakat, minat dan keinginan anak. Kemudian beliau mendirikan Santini Asrama yang terdiri dari tiga tingkatan yaitu: tingkat lanjutan, Dasar dan permulaan. 

Selain belajar seperti biasa, para santri juga dilatih dalam bidang pertanian, pekerjaan tangan (kayu dan besi), menenun dan mengolah berbagai bahan.Sebagaiman organisasi yang lain, Persyarikatan Ulama juga menyelengggarakan tabligh dan menerbitan brosur-brosur sebagai media memperluas program organisasinya. 

Sayangnya program organisasi ini tidak berkembang sebagai mana yang diharapkan, kemungkinan sebabnya adalah karena tenaga-tenaga yang dihasilkan untuk suatu lapangan kerja yang prestise dan menjanikan penghasilan besar, tetapi hanyalah para pekerja yang mencerminkan kelas bawah.


Sumatera Tawalib


Organisasi ini didirikan di Sumatera Barat tahun 1918 oleh Syeikh Abdul Karim Amrullah yang dikenal dengan nama Haji Rasul padang panjang. Sumatera Tawalib adalah organisasi yang merupakan perwujudan dari kebangkitan surau-surau dari system pendidikan agama tradisioanal untuk dikembngkan menjdi lembaga pendidikan madrasah yang berkelas dan diberi mata pelajaran umum.

Dalam perkembangan berikutya juga banyak surau-surau yang mengikuti jeja Sumatera Tawalib dan bergabung dengan organisasi ini, seperti surau Parabek, Surau Maninjau dan lain sebagainya.

Ciri khas dari lembaga  pendidikan Sumatera Tawalib adalah menggantikan kitab-kitab karya ulama abad pertengahan dengan kitab-kitab baru karangan ulama Mesir modern, semisal tafsir al-manar, nahwul wadhi dan lain sebagainya.

Madrasah Tawalib semuanya mempunyai jenjang kelas satu samapai tujuh yang seluruhnya dibrikan 12 mata pelajaran agama dan bahasa Arab. Tamatan Tawalib biasanya diangkat sebagai guru di kelas yang terendah si Madrasah Tawalib dan sekolah-sekolah yang sederajat. Sedang mereka yang mengajar di kelas tujuh adalah para kyai dan guru besar Tawalib.

Calon-calon guru lulusan Tawalib banyak yang mendirikan Madrasah sendiri, diantaranya juga ada yang melanjutkan pelajaran ke Makkah, India, Mesir dan lain-lainnya.Selain itu ada juga yang langsung terjun sebgai Mubaligh, pengarang buku dan penulis di Majalah.


Persatuan Islam (PERSIS)


Persatuan Islam (persis) didirikan di Bandung pada permulaan tahun 1923 oleh K.H. zam-zam selama tiga tahun setengah, kyai haji Zam-zam menghabiskan masa mudanya dengan belajar di darul Ulum Makkah. Sepuang dari Makkah ia mengajar di Darul Muta’alimin Bandung. 

Selain Zam-zam tokoh persis lainnya ialah Muhammad Yunus yang memperoleh pendidikan secara tradisioanal dan menguasai bahasa Arab, sekalipun ia tidak pernah mengajar di persis. 

Organisasi ini didirikan dari pertemuan yang bersifat kenduri dan dilanjutkan dengan berbincang-bincang msalah agama karena masalah pertikaian antara Al-Khairiyah dan Al-Irsyad dan masalah komunisme.

Sebagaimana halnya organisasi islam lainnya, persis memberikan perhatian besar pada kegiatan pendidikannya, tabligh dan publikasi. Dalam bidang pendidikan persis mendirikan madrasah yang mulanya diperuntukan khusus bagi putra-putri anggota persis. 

Keberadaan persis semakin kokoh setelah mendapat dukungan dari para tokoh penting yaitu Ahmad Hasan dan Muhammad Natsir. Suatu kegiatan lain yang penting dalam ranga kegiatan pendidkn di persis adalah lembaga pendidikan islam, sebuah obyek yang dikembangkan oleh Natsir, terdiri dari beberapa sekolah : taman kanak-kanak, HIS(keduanya tahun 1930) dan sekolah Guru (1932).

Disamping itu persis juga mendirikan pesantren di Bandung pada bulan Maret tahun 1936 untuk membentuk kader-kader yang mempunyai keinginan untuk menyebarakan agama.Usaha ini terutama atas inisiatif Ahmad Hasan dan juga masih bersifat percobaan-percobaan eksperimen. 

Pesantren persis dipindahkan ke Bangil Jawa Timur setelah tokoh-tokohnya seperti Ahmad dan Muhammad Ali al-Hamidy pindah ke sana. Pada bulan Februari tahun 1941 didirikan pesanteren putri.

Dilihat dari jumlah pengikutnya, organisasi persis tergolong kecil, tetapi jika dilihat dari pengaruh ajaran-ajarannya ternyta persis memberikan andil yang besar dalam memberikan pemahaman agama kepada masyarakat.

Selain itu buku-buku yang ditulis Ahmad Hasan banyak dibaca dan dipelajari oleh masyarakat yang berpandangan mpdern dan membebaskan dri dari keharus taklid terhadap pendapat ulama tertentu.


Nahdhatul Ulama (NU)


Nahdhatul Ulama didirikan pada tanggal 16 rajab 1344 H atau bertepatan dengan tangal 31 Januari tahun 1926 M di Surabaya. Para Ulama pendiri organisasi ini antara lain: K.H. hasyim Asy’ari, K.H Wahab Hasbullah, K.H. Bisri, K.H ridwan, K.H Nawawi, K.H.R.Asnawi, K.H.R Hambali, Kyai Nahrawi, K.H DoroMuntaha, dan K.H. Alwi Abdul Aziz. 

Organisasi ini melancarkan sebagai reaksi terhadap gerakan penbaharuan untuk membebaskan diri dari madzab, NU bermaksud memegang salah satu madzab dari imam empat yaitu: Hanafi, Syafi’I, Maliki, dan Hambali. 

Sedangkan dalam bidang aqidah NU memegang pada aliran Ahlu Sunnah Wa al-Jama’ah sebagai ajaran islam yang murni sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah bersama para sahabatnya.

Usaha-usaha NU dalam mencapai tujuannya yaitu:
  1. Mengadakan perhubungan di antara Ulama-ulama yang bermadzab tersebut di atas.
  2. Memeriksa kitab-kitab sebelum dipakai untuk mengajar supaya mengetahui apakah kitab tersebut, merupakan kitab Ahlu Sunnah Wa al-Jama’ah ataukah kitab ahlu bid’ah.
  3. Menyiarkan agama islam berasaskan pada imam empat madzab.
  4. Berikhtiar dengan memperbanyak madrasah-madrasah berdasarkan agama Islam.
  5. Memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan Masjid, surau-suarau, pondok-pondok, begitu juga dengan hal ihwalnya anak yatim dan orang fakir miskin.
  6. Mendirikan badan-badan untuk memajukan urusan pertanian, perniagaan dan perusahaan yang tidak dilarang oleh syara’ agama Islam.
Berdasarkan rumusan maksud dan tujuan NU sebagaimana yang terdapat pada anggaran Dasar 1926, maka NU adalah perkumpulan yang mementingkan pendidikan dan pengajaran Islam. 

Sedangkan pada tahun 1938 komisi perguruan NU telah dapat mengeluarkan regliment tetang susunan Madrasah-Madrasah NU yang harus dijalankan mulai tanggal 2 Muharram 1357 dengan susunan sebagai berikut:
  1. Madrasah Awwaliyah, lama belajar 2 tahun.
  2. Madrasah Ibtidaiyah lama belajar 3 tahun.
  3. Madrasah Tsanawiyah, lama belajar 3 tahun.
  4. Madrasah Mu’alimin Wustha, lama belajar 2 tahun.
  5. Madrasah Mu’alimin Ulya, lama belajar 3 tahun.
Sedangkan pendidikan NU di atas dikelola oleh lembaga Pendidikan Ma’arif, juga disesuaikan dengan system pendidikan yang berlaku di masyarakat. Sementara lembaga yang tidak secara langsung di bawah organisasi NU lembaganya diberi nama tokoh-tokoh yang mendirikan seperti Hasyim Asy’ari, Wachid Hasyim dan sebagainya. Lembaga pendidikan yang dimiliki NU dalah pondok pesantren.

Mengenal Berdirinya Organisasi Islam Di Indonesia Sesuai Urut Tahun


Berdirinya Ormas Islam di Indonesia Sesuai Urut Tahun


Pada permulaan abad ke-20 terjadi beberapa perubahan di dunia Islam yang pada prinsipnya adalah suatu gerakan untuk merespon penjajahan yang dilakukan oleh dunia Barat.Gerakan tersebut bermula dari gerakan pembaharuan yang muncul di Timur Tengah. 



Pemerintah Belanda susah berusaha membendung imbas gerakan tersebut baik yang berkaitan dengan perjalanan ibadah Haji, maupun buku-buku terbitan Timur Tengah. Hanya saja para tokoh muslim di Indonesia masih mendapatkan brosur-brosur atau majalah yang berisi pemikiran pembaharuan Islam di Timur Tengah. 



Berikut akan dikemukakan beberapa jumlah organisasi yang berkembang pada masa kebangkitan yang diantara sebagian dari usahanya itu ialah mengupayakan perbaikan dan pengembangan Pendidikan Islam dengan tujuan membebaskan umat Islam dari kebodohan dan keterbelakangan. 


Berikut ini daftar organisasinya:


Al Jami’ah al-Khairiyah


Organisasi ini didirikan di Jakarta oeh tokoh-tokoh Islam keturunan Arab pada tahun 1901 Medan baru diakui oleh Belanda pada tanggal 17 Juli 1905 M. Al-Jami’ah Al-Khairiyah adalah organisasi Islam pertama di Indonesia yang aktivitas organisasi diselenggarakan dengn system Barat. 

Diantara program kegiatan organsasi al-Jam’iyah ialah mendirikan sekolah-sekolah dan mengirimkan para pelajar ke Turki untuk melanjutkan studi.

Kurikulum sekolah-sekolah al-Khairiyah terdiri dari mata pelajaran umum dan agama, bahasa Arab dan Melayu sebagai bahasa pengantar, sementara bahasa Inggris sebagai bahasa kedua. 

Dalam hal pemenuhan tenaga pengajar, organisasi ini merekrut beberapa tenaga dari Indonesia dengan kriteria tertentu, misalnya Muhammad Manshur yang pernah mengajar di lembaga tersebut tahun 1907 M, selain itu para pengajar banyak didatangkan dari Luar Negeri, seperti Al-Hasyimi dri Tunis, Ahmad Syurkati dari Sudan dan Syeikh Abu Hamid dari Makkah.

Sesudah tahun 1910 M, dalam organisasi ini timbul perselisihan yang bermula dari kasus yang ditimbulkan dari sikap feodalistik yang meminta hak istimewa dalam hidup bermasyarakat. Permintaan tersebut muncul dari mereka yang mengaku sebagai keturunan nabi, juga masalah larangan perkawinan antara anak sayid dengan non sayid. 

Pro kontra tentang berbagai persoalan tersebut berakhir dengan perpecahan dalam tubuh organisasi. Mereka yang tidak sefaham dengan permintaan menghormati sayyid dikelompokan sebagai kelompok reformis dan selanjutnya mendirikan organisasi sendiri yang bernama Al-Irsyad.


Muhammadiyah


Salah satu organisasi Islam yang mempunyai peran penting dalam pendidikan Islam di Indonesia adalah Muhammadiyah. Organisasi ini didirikan di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1912 M, atau bertepatan dengan tanggal 6 dhulhijjah 1330 H. oleh kyai Haji Ahmad Dahlan. Sebagai organisasi Islam, 

Muhammadiyah mempunyai beberapa ciri, yaitu sebagai gerakan Islam, sebagai gerakan dakwah, dan sekaligus sebagai gerakan Tajdid
Sebagai gerakan Islam, Muhammadiyah memperjuangkan organisasinya berdasarkan Islam dan berusaha mewujudkan syariat Islam dalam
kehidupan masyarakat. 

Sebagai gerakan dakwah, muhamadiyah dlam memperjuangkan cita-citnya ditempu melalui dakwah secara bijaksana. sedangkan  sebgai gerakan tajdhid muhamadiyah berusaha memperbarui dan meningkatkan  pemahaman islam secara rasional berdasarkan tuntutan msyarakat moderen.

Organisasi ini di dirikan dengan tujuan: menyebarkan ajaran nabi Muhammad Saw kepadapenduduk bumi putra dan memajukan agama islam kepada para anggotanya yang kegiatan pokoknya adalah mengadakan tabligh yang dilaksanakan sec ara teratur setiap seminggu sekali.

Dalam bidang pendidikan,mohamadiyah melanjutkan model sekolah yang di gabungkan dengan sistm Gubermemen. Sehubungan dengan itu selain mendirikan sekolah dasar di kampungnya sendiri, K.H.Ahmad Dahlan juga mendirikan sekolah-sekolah yang sama di beberapa daerah lain. 

Sampai dengan tahun 1923 M, di Yogyakarta telah berdiri empat sekolah Dasar Muhammadiyah, sudah dipersiapkan mendirikan HIS dan sekolah Pendidikan Guru.Disamping itu Muhammadiyah juga sibuk mendirikan HIS di Jakarta.

Kemudian tahun 1925 M Muhammadiyah sudah mempunyai 29 cbang dengan 4000 anggota. Pada sisi lain bahwa berdirinya cabang baru adalah identik dengan berdirina sekolah baru.  Atas  dasar itulah maka tahun itu di bawah muhamadiyah telah tercatat, 8 HIS, 32 Sekolah  dasar ,14 madarasah,dan 1 sechekel school  , dengan 119 guru dan  4.000 murid.

Menurut  catatan majlis pendidikan. Pengajaran dan kebudayaan pusat, jumlah sekolah-sekolah yang di kelola oleh ekolah muhamadiyah ,sesuai dengan data mapendapu tahun 1982 lebih kurang berjumlah 21.101 sekolah yang terdiri dari : taman kanak-kanak sebnyak 3000 buah, perguruan tingkat dasar 6396. Tingkat Menengah sebanyak 1664 sekolah dan 41 perguruan tinggi.


Al-Ishlah wa al-Irsyad


Organisasi ini didirikan pada tahun 1913 di Jakarta.Tokoh pendirinya ialah Syeikh Ahmad Syurkati. Beliau adalah seorang ulama yang dilahirkan di Dunggala Sudan pada tahun 1872 M. ia berasal dari keluarga yang taat beragama. 

Atas dasar itu Shurkati telah banyak memahami ayat-ayat Al-Qur’an sejak kecil. Kendati demikian ia tidak pernah terpenuhi keinginannya belajar di Mesir. Hal tersebut disebabkan karena setelah ayahnya meninggal dunia.Pada tahun 1906 Syurkati menerima sertifikat tertinggi Guru Agama dari pemerintahan Istambul.

Al-Irsyad sebagaimana organisasi Islam yang merumuskan tujuan organisasinya untuk memajukan agama islam yang murni di kalangan bangsa Arab Indonesia. Dalam kegiatan organisasi tersebut memusatkan perhatiannya di bidng pendidikan terutama pada masyarakat Arab.

Al-Irsyad juga mempunyai cita-cita memobilisasi tingkat kecerdasan bangsa Indonesia di bidang pendidikan tidak hanya terbatas di kalangan keturunan Arab saja, tapi juga seluruh bangsa Indonesia. Organisasi ini juga bekerja sama dengan Muhammadiyah dan Persatuan Islam. Mereka kemudian mendirikan sekolah-sekolah mulai dari dasar, menengah, dan keguruan.

Sebagaimana organisasi keagamaan yang lain, Al-Irsyad juga memanfaatkan media tabligh dan pertemuan-pertemuan sebagai sarana untuk menyebarkan faham keagamaannya. Ia juga meerbitkan buku-buku dan panflet-panflet, majalah al-Dzakirah yang dipimpin sendiri oleh Shurkati. Majalah ni berisi kupasan pertanyaan tentang maslah keagamaan.


Persyarikatan Ulama


Persyarikatan Ulama adalah  perwujudan sebuah gerakan pembaharuan di daerah Majalengka Jawa Barat, yang dimulai pendirinya tahun 1911 atas inisiatif Kyai Haji Abdul Halim. Kyai Haji Abdul Halim memperoleh pendidikan agama dari pada masa kanak-kanak dari berbagai pesantren di daerah Majalengka.

Setalah berumur 22 tahun pergi ke Makkah untuk menunaikan ibdah haji dan melanjutkan pendidikannya.Ia bermukim disana selama 3 tahun dan mengenal tulisan-tulisan Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. 

Enam tahun setelah kembali dari Makkah, Abdul Halim mendirikan organisasi yang diberi nama :  Hayatul Qulub. Organisasi ini bergerak dibidang ekonomi dan pendidikan. Anggotanya semula berjumah 60 orng yang umunya tertidiri dari pedagang dan petani.

Dalam perkembangan berikutnya karena tuntutan kebutuhan masyarakat dirasa perlu untuk mendirikan lembaga pendidikan modern, maka didirikanlah sekolah yang diberi nama jam’iyah I’anah Al-Muta’alimin.K.H.Abdul Halim hubungan dengan organisasi al-jami’ah al-khairiyah dan al-Irsyad. 

Beliau mewajibkan kepada para murid yang telah mencapai tingkat tertentu untuk memahami bahas arab yang dijadikan sebagai bahasa pengantar pada kelas-kelas lanjutan. 

Organisasi Hayatul Qulub ini selanjutnya diganti dengan nama “Persyarikatan Ulama” dan diakui secara hokum oleh pemerintah Belanda pada tahun 1917 berkat bantuan HOS Cokro Aminoto. Organisasi ni juga dikenal dengan nama perikatan Ulama yang pada tahun 1952 difungsikan dengan organisasi islam lainnya yaitu : Al-Ittihadiyah al-Islamiyah(AAI) menjadi “Persatuan Umat Islam”.

Dalam konggres tahun 1932, kyai haji Abdul Halim mengusulkan kepada anggotanya agar mendirikan lembaga pendidikan yang tidak saja mengajarkan ilmu-ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, tetapi juga kelengkapan-kelengkapan pekerjaan tangan, perdagangan dan pertanian sesuai dengan bakat, minat dan keinginan anak. Kemudian beliau mendirikan Santini Asrama yang terdiri dari tiga tingkatan yaitu: tingkat lanjutan, Dasar dan permulaan. 

Selain belajar seperti biasa, para santri juga dilatih dalam bidang pertanian, pekerjaan tangan (kayu dan besi), menenun dan mengolah berbagai bahan.Sebagaiman organisasi yang lain, Persyarikatan Ulama juga menyelengggarakan tabligh dan menerbitan brosur-brosur sebagai media memperluas program organisasinya. 

Sayangnya program organisasi ini tidak berkembang sebagai mana yang diharapkan, kemungkinan sebabnya adalah karena tenaga-tenaga yang dihasilkan untuk suatu lapangan kerja yang prestise dan menjanikan penghasilan besar, tetapi hanyalah para pekerja yang mencerminkan kelas bawah.


Sumatera Tawalib


Organisasi ini didirikan di Sumatera Barat tahun 1918 oleh Syeikh Abdul Karim Amrullah yang dikenal dengan nama Haji Rasul padang panjang. Sumatera Tawalib adalah organisasi yang merupakan perwujudan dari kebangkitan surau-surau dari system pendidikan agama tradisioanal untuk dikembngkan menjdi lembaga pendidikan madrasah yang berkelas dan diberi mata pelajaran umum.

Dalam perkembangan berikutya juga banyak surau-surau yang mengikuti jeja Sumatera Tawalib dan bergabung dengan organisasi ini, seperti surau Parabek, Surau Maninjau dan lain sebagainya.

Ciri khas dari lembaga  pendidikan Sumatera Tawalib adalah menggantikan kitab-kitab karya ulama abad pertengahan dengan kitab-kitab baru karangan ulama Mesir modern, semisal tafsir al-manar, nahwul wadhi dan lain sebagainya.

Madrasah Tawalib semuanya mempunyai jenjang kelas satu samapai tujuh yang seluruhnya dibrikan 12 mata pelajaran agama dan bahasa Arab. Tamatan Tawalib biasanya diangkat sebagai guru di kelas yang terendah si Madrasah Tawalib dan sekolah-sekolah yang sederajat. Sedang mereka yang mengajar di kelas tujuh adalah para kyai dan guru besar Tawalib.

Calon-calon guru lulusan Tawalib banyak yang mendirikan Madrasah sendiri, diantaranya juga ada yang melanjutkan pelajaran ke Makkah, India, Mesir dan lain-lainnya.Selain itu ada juga yang langsung terjun sebgai Mubaligh, pengarang buku dan penulis di Majalah.


Persatuan Islam (PERSIS)


Persatuan Islam (persis) didirikan di Bandung pada permulaan tahun 1923 oleh K.H. zam-zam selama tiga tahun setengah, kyai haji Zam-zam menghabiskan masa mudanya dengan belajar di darul Ulum Makkah. Sepuang dari Makkah ia mengajar di Darul Muta’alimin Bandung. 

Selain Zam-zam tokoh persis lainnya ialah Muhammad Yunus yang memperoleh pendidikan secara tradisioanal dan menguasai bahasa Arab, sekalipun ia tidak pernah mengajar di persis. 

Organisasi ini didirikan dari pertemuan yang bersifat kenduri dan dilanjutkan dengan berbincang-bincang msalah agama karena masalah pertikaian antara Al-Khairiyah dan Al-Irsyad dan masalah komunisme.

Sebagaimana halnya organisasi islam lainnya, persis memberikan perhatian besar pada kegiatan pendidikannya, tabligh dan publikasi. Dalam bidang pendidikan persis mendirikan madrasah yang mulanya diperuntukan khusus bagi putra-putri anggota persis. 

Keberadaan persis semakin kokoh setelah mendapat dukungan dari para tokoh penting yaitu Ahmad Hasan dan Muhammad Natsir. Suatu kegiatan lain yang penting dalam ranga kegiatan pendidkn di persis adalah lembaga pendidikan islam, sebuah obyek yang dikembangkan oleh Natsir, terdiri dari beberapa sekolah : taman kanak-kanak, HIS(keduanya tahun 1930) dan sekolah Guru (1932).

Disamping itu persis juga mendirikan pesantren di Bandung pada bulan Maret tahun 1936 untuk membentuk kader-kader yang mempunyai keinginan untuk menyebarakan agama.Usaha ini terutama atas inisiatif Ahmad Hasan dan juga masih bersifat percobaan-percobaan eksperimen. 

Pesantren persis dipindahkan ke Bangil Jawa Timur setelah tokoh-tokohnya seperti Ahmad dan Muhammad Ali al-Hamidy pindah ke sana. Pada bulan Februari tahun 1941 didirikan pesanteren putri.

Dilihat dari jumlah pengikutnya, organisasi persis tergolong kecil, tetapi jika dilihat dari pengaruh ajaran-ajarannya ternyta persis memberikan andil yang besar dalam memberikan pemahaman agama kepada masyarakat.

Selain itu buku-buku yang ditulis Ahmad Hasan banyak dibaca dan dipelajari oleh masyarakat yang berpandangan mpdern dan membebaskan dri dari keharus taklid terhadap pendapat ulama tertentu.


Nahdhatul Ulama (NU)


Nahdhatul Ulama didirikan pada tanggal 16 rajab 1344 H atau bertepatan dengan tangal 31 Januari tahun 1926 M di Surabaya. Para Ulama pendiri organisasi ini antara lain: K.H. hasyim Asy’ari, K.H Wahab Hasbullah, K.H. Bisri, K.H ridwan, K.H Nawawi, K.H.R.Asnawi, K.H.R Hambali, Kyai Nahrawi, K.H DoroMuntaha, dan K.H. Alwi Abdul Aziz. 

Organisasi ini melancarkan sebagai reaksi terhadap gerakan penbaharuan untuk membebaskan diri dari madzab, NU bermaksud memegang salah satu madzab dari imam empat yaitu: Hanafi, Syafi’I, Maliki, dan Hambali. 

Sedangkan dalam bidang aqidah NU memegang pada aliran Ahlu Sunnah Wa al-Jama’ah sebagai ajaran islam yang murni sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah bersama para sahabatnya.

Usaha-usaha NU dalam mencapai tujuannya yaitu:
  1. Mengadakan perhubungan di antara Ulama-ulama yang bermadzab tersebut di atas.
  2. Memeriksa kitab-kitab sebelum dipakai untuk mengajar supaya mengetahui apakah kitab tersebut, merupakan kitab Ahlu Sunnah Wa al-Jama’ah ataukah kitab ahlu bid’ah.
  3. Menyiarkan agama islam berasaskan pada imam empat madzab.
  4. Berikhtiar dengan memperbanyak madrasah-madrasah berdasarkan agama Islam.
  5. Memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan Masjid, surau-suarau, pondok-pondok, begitu juga dengan hal ihwalnya anak yatim dan orang fakir miskin.
  6. Mendirikan badan-badan untuk memajukan urusan pertanian, perniagaan dan perusahaan yang tidak dilarang oleh syara’ agama Islam.
Berdasarkan rumusan maksud dan tujuan NU sebagaimana yang terdapat pada anggaran Dasar 1926, maka NU adalah perkumpulan yang mementingkan pendidikan dan pengajaran Islam. 

Sedangkan pada tahun 1938 komisi perguruan NU telah dapat mengeluarkan regliment tetang susunan Madrasah-Madrasah NU yang harus dijalankan mulai tanggal 2 Muharram 1357 dengan susunan sebagai berikut:
  1. Madrasah Awwaliyah, lama belajar 2 tahun.
  2. Madrasah Ibtidaiyah lama belajar 3 tahun.
  3. Madrasah Tsanawiyah, lama belajar 3 tahun.
  4. Madrasah Mu’alimin Wustha, lama belajar 2 tahun.
  5. Madrasah Mu’alimin Ulya, lama belajar 3 tahun.
Sedangkan pendidikan NU di atas dikelola oleh lembaga Pendidikan Ma’arif, juga disesuaikan dengan system pendidikan yang berlaku di masyarakat. Sementara lembaga yang tidak secara langsung di bawah organisasi NU lembaganya diberi nama tokoh-tokoh yang mendirikan seperti Hasyim Asy’ari, Wachid Hasyim dan sebagainya. Lembaga pendidikan yang dimiliki NU dalah pondok pesantren.

No comments