Sejarah Bimbingan Konseling


Gerakan konseling di indonesia ini di mulai tahun 1960-an yan diawali dengan di bukanya Jurusan Bimbingan Dan Penyuluhan (BP) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Padjadjaran di Bandung (kemudian di singkat IKIP Bandung, sekarang Universitas Pendidikan Indonesia – UPI) pada tahun 1963.

Pada tahun 1975 gerakan tersebut secara resmi memasuki dunia persekolahan tanah ai dengan di implementasikannya kurikulum 1975. Dalam pada itu BP telah pula membentuk organisasi profesi dalam bidang BP pada tahun 1975 dengan nama Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI).

Keberadaan pelayanan BP di sekolah-sekolah di indonesia tidak pernah surut, bahkan semakin meninkat, terutama seiring di berlakukannya kurikulum pendidikan formal dengan berbagai perkembangannya, seperti kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1996 (KTP), dan kurikulum 2006 (KTSP).

Dewasa ini, mulai tahun 2013 di berlakukan kurikulum baru dengan sebutan Kurikulum 2013. Dalam implementasi kurikulum 2013, pelayanan bimbingan dan konseling masuk dalam struktur kurikulum sebagai kegiatan pengembangan diri.
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

Kegiatan pengembangan diri dilakukan oleh konselor dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan kair peserta didik. 

Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam kurikulum 2013 diharapkan semakin kuat memberikan pelayanan untuk suksesnya misi pendidikan pada umumnya dalam rangka pengembangan potensi anak didik secara optimal.

Baca Juga: Sejarah kurikulum

Sejarah Bimbingan Konseling


Sejarah Bimbingan Konseling


Gerakan konseling di indonesia ini di mulai tahun 1960-an yan diawali dengan di bukanya Jurusan Bimbingan Dan Penyuluhan (BP) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Padjadjaran di Bandung (kemudian di singkat IKIP Bandung, sekarang Universitas Pendidikan Indonesia – UPI) pada tahun 1963.

Pada tahun 1975 gerakan tersebut secara resmi memasuki dunia persekolahan tanah ai dengan di implementasikannya kurikulum 1975. Dalam pada itu BP telah pula membentuk organisasi profesi dalam bidang BP pada tahun 1975 dengan nama Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia (IPBI).

Keberadaan pelayanan BP di sekolah-sekolah di indonesia tidak pernah surut, bahkan semakin meninkat, terutama seiring di berlakukannya kurikulum pendidikan formal dengan berbagai perkembangannya, seperti kurikulum 1975, kurikulum 1984, kurikulum 1996 (KTP), dan kurikulum 2006 (KTSP).

Dewasa ini, mulai tahun 2013 di berlakukan kurikulum baru dengan sebutan Kurikulum 2013. Dalam implementasi kurikulum 2013, pelayanan bimbingan dan konseling masuk dalam struktur kurikulum sebagai kegiatan pengembangan diri.
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, minat, dan bakat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.

Kegiatan pengembangan diri dilakukan oleh konselor dalam bentuk kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan kair peserta didik. 

Pelayanan Bimbingan dan Konseling dalam kurikulum 2013 diharapkan semakin kuat memberikan pelayanan untuk suksesnya misi pendidikan pada umumnya dalam rangka pengembangan potensi anak didik secara optimal.

Baca Juga: Sejarah kurikulum

No comments