Kinerja Otak Manusia - Mungkin ada alasannya mengapa anak yang memiliki banyak saudara bisa lebih cerdas dari anak tunggal.

Atau manusia yang memang banyak bersentuhan atau bersosialisasi dengan manusia lain terlihat dari segi mental, kecerdasan dan kebijaksanaan jauh lebih siap dari pada manusia yang jarang bersosialisasi.

Teori dibawah ini sedikit menjelaskan tentang kinerja otak manusia.
Teori Triune Brain-nya Dr. Paul MacLean menyebutkan bahwa sebenarnya otak manusia terdiri dari 3 bagian.

Yakni otak terkecil (5% dari besar otak manusia) berupa otak dengan formasi yang rumit, merupakan bagian yang mengatur proses tubuh yang bergerak secara otomatis seperti pernafasan dan detak jantung, serta kebiasaan yang bersifat otomatis.

Otak kedua (10%) merupakan bagian yang mengendalikan emosi, ingatan, produksi kelenjar/hormone. Otak terbesar (85%) memfasilitasi proses berpikir. 
Otak kedua memiliki kekuatan dalam memfasilitasi atau menghambat proses belajar dan berpikir yang muncul dalam bentuk emosi positif seperti cinta, kelembutan hati, humor. Dapat juga memfasilitasi kemampuan berpikir.

Sebaliknya juga emosi negative seperti marah, perselisihan, dan ketakutan.
Ketika seorang anak lahir, proses pembentukan otaknya masih belum sempurna dan belum selesai. Sebagian besar di antara ratusan miliar neuronnya belum terhubung ke dalam jaringan-jaringan.

Diawal kehidupannya, otak sibuk mencari interaksi-interaksi yang dapat membentuk dan memperkuat hubungan-hubungan (sinaps) tersebut.
Hubungan dengan orang-orang terdekatnya berupa limpahan kasih saying telah membentuk ribuan sinaps.

Setiap neuron dalam otaknya menghubungkan diri dengan lima belas ribu neuron lainnya yang membentuk jaringan-jaringan lalu lintas yang rumit.
Bila sinaps-sinaps ini selalu digunakan maka akan menjadi kuat dan menjadi bagian dalam rangkaian permanen di otaknya.

Bila tidak lagi digunakan dalam waktu tertentu sinaps-sinaps tersebut melemah dan hilang.

Baca Juga: Suplemen Peningkat Sistem Imun

Ternyata Begini Kinerja Otak Manusia

Kinerja Otak Manusia - Mungkin ada alasannya mengapa anak yang memiliki banyak saudara bisa lebih cerdas dari anak tunggal.

Atau manusia yang memang banyak bersentuhan atau bersosialisasi dengan manusia lain terlihat dari segi mental, kecerdasan dan kebijaksanaan jauh lebih siap dari pada manusia yang jarang bersosialisasi.

Teori dibawah ini sedikit menjelaskan tentang kinerja otak manusia.
Teori Triune Brain-nya Dr. Paul MacLean menyebutkan bahwa sebenarnya otak manusia terdiri dari 3 bagian.

Yakni otak terkecil (5% dari besar otak manusia) berupa otak dengan formasi yang rumit, merupakan bagian yang mengatur proses tubuh yang bergerak secara otomatis seperti pernafasan dan detak jantung, serta kebiasaan yang bersifat otomatis.

Otak kedua (10%) merupakan bagian yang mengendalikan emosi, ingatan, produksi kelenjar/hormone. Otak terbesar (85%) memfasilitasi proses berpikir. 
Otak kedua memiliki kekuatan dalam memfasilitasi atau menghambat proses belajar dan berpikir yang muncul dalam bentuk emosi positif seperti cinta, kelembutan hati, humor. Dapat juga memfasilitasi kemampuan berpikir.

Sebaliknya juga emosi negative seperti marah, perselisihan, dan ketakutan.
Ketika seorang anak lahir, proses pembentukan otaknya masih belum sempurna dan belum selesai. Sebagian besar di antara ratusan miliar neuronnya belum terhubung ke dalam jaringan-jaringan.

Diawal kehidupannya, otak sibuk mencari interaksi-interaksi yang dapat membentuk dan memperkuat hubungan-hubungan (sinaps) tersebut.
Hubungan dengan orang-orang terdekatnya berupa limpahan kasih saying telah membentuk ribuan sinaps.

Setiap neuron dalam otaknya menghubungkan diri dengan lima belas ribu neuron lainnya yang membentuk jaringan-jaringan lalu lintas yang rumit.
Bila sinaps-sinaps ini selalu digunakan maka akan menjadi kuat dan menjadi bagian dalam rangkaian permanen di otaknya.

Bila tidak lagi digunakan dalam waktu tertentu sinaps-sinaps tersebut melemah dan hilang.

Baca Juga: Suplemen Peningkat Sistem Imun

No comments