ilmu hikmah adalah, ilmu hikmah pdf, ilmu hikmah sunan gunung jati, ilmu hikmah cirebon, ilmu hikmah laduni, ilmu hikmah nabi khidir, ilmu hikmah warisan leluhur, ilmu hikmah ayat kursi, ilmu hikmah banten, ilmu hikmah ayatul kursi, ilmu hikmah asmaul husna, ilmu hikmah abah anom, ilmu hikmah al fatihah, ilmu hikmah allahu akbar, ilmu hikmah akasyah, ilmu hikmah al quran, ilmu hikmah baduy, ilmu hikmah bismillah, ilmu hikmah bogor, ilmu hikmah bandung, ilmu hikmah buka mata batin, ilmu hikmah batin, ilmu hikmah banyuwangi, ilmu hikmah banyumas, ilmu hikmah brajamusti, ilmu hikmah cianjur, ilmu hikmah cisoka, ilmu hikmah cinta, ijazah ilmu hikmah cirebon, ilmu al hikmah cisoka banten, padepokan ilmu hikmah cirebon, ilmu hikmah dalam al quran, ilmu hikmah dan karomah, ilmu hikmah dalam pandangan islam, ilmu hikmah di malaysia, ilmu hikmah dalam agama islam, ilmu hikmah dan tasawuf, ilmu hikmah dari allah, ilmu hikmah di bandung, ilmu hikmah english, energi ilmu hikmah, efek ilmu hikmah, ilmu hikmah kun fayakun, ilmu hikmah sirrul fatihah, ilmu hikmah garut, ilmu hikmah gerbang alam, ilmu hikmah gaib, ilmu hikmah huruf hijaiyah, ilmu hikmah hizib, perguruan ilmu hikmah hizib auliya, ilmu hikmah menurut hukum islam, hukum ilmu hikmah, ilmu hikmah istighfar, ilmu hikmah indramayu, ilmu hikmah islam, ilmu hikmah itu apa, ilmu hikmah ijazah, ilmu hikmah imam al ghazali, ilmu hikmah ismul adzom, ilmu hikmah ijazah cirebon, ilmu hikmah jawa timur, ilmu hikmah jogja, ilmu hikmah jawa, ilmu hikmah jakarta, ilmu hikmah jombang, ilmu hikmah jarak jauh, ilmu hikmah jual tanah, belajar ilmu hikmah jarak jauh, ilmu hikmah kuda angin, ilmu hikmah kekayaan, ilmu hikmah kubro, ilmu hikmah kerejekian, ilmu hikmah kejawen, ilmu hikmah langka, ilmu hikmah lailahaillallah

Kata hikmah dalam tradisi intelektual Islam mempunyai banyak arti. Menurut al-Jurjani, hikmah merupakan suatu ilmu yang membahas hakikat sesuatu sesuai kenyataannya dalam wujud sesuai batas kemampuan manusia. Oleh karena itu, hikmah merupakan suatu ilmu yang sifatnya teoritis non-mekanistik. 

Selain itu, hikmah juga berarti kondisi potensi intelektual-ilmiah yang berada di tengah-tengah antara naluri (insting) manusia yang ingin melampaui batas potensi intelektualnya dan sifat kebodohan yang merupakan sikap pengabaian terhadap potensi intelektualnya tersebut.

Selain itu, dalam tradisi spiritual Islam, hikmah merupakan pengetahuan mengenai rahasia spiritual yang terkandung dalam ayat-ayat suci, nama-nama-nama Tuhan yang indah, huruf-huruf hijaiyah, dan doa-doa atau bacaan tertentu yang dipercaya atas kuasa Allah mengandung kekuatan spiritual sehingga dapat digunakan untuk memenuhi berbagai hajat, baik yang sifatnya meterial maupun spiritual. 

Dalam konteks ini, karya-kaya Abu al-Abbas Ahmad bin Ali al-Buni, seperti Manba’ul Ushul al-Hikmah dan Syams al-Ma’aarif merupakan dua kitab tentang ilmu hikmah yang popular dan menjadi menjadi rujukan penting bagi peminat ilmu hikmah. 

Dalam dua kitab tersebut, al-Buni menguraikan berbagai segi mengenai hikmah, yang mencakup berbagai rahasia mengenai ilmu bilangan, ilmu huruf, ilmu wafaq, ilmu tabi’ah, ilmu astronomi, ilmu asma’, ilmu ruqyah, dan doa-doa tertentu. Di di kalangan ahli spiritual, ilmu-ilmu tersebut berada di bawah payung ilmu simiya, sebuah penamaan yang berasal dari bahasa Ibrani yang berarti asma Tuhan.

Berkaitan dengan kemunculan ilmu simiya, Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa ilmu mengenai rahasia huruf itu kemunculannya tergolong baru, yakni muncul di kalangan sufi yang telah mengalami penyingkapan hijab inderawi dan memperoleh kemampuan supranatural (khariqul ‘adah) sehingga mampu bertindak di alam anasir. Baca juga: Ilmu Kasyaf (menyingkap tabir)

Menurut Ibnu Khaldun, para sufi tersebut menganngggap bahwa manifestasi kesempurnaan asma itu terletak pada roh bintang-bintang; sementara tabiat huruf-huruf dan rahasianya itu mengalir dalam asma, dan dengan demikian mengalir pula ke alam semesta.

Sementara itu, berkaitan dengan rahasia di balik penggunan huruf, para ahli ilmu rahasia huruf berbeda pendapat: sebagian berpendapat bahwa rahasia huruf terlepak pada wataknya; sebagian berpendapat bahwa rahasia huruf terletak pada empat unsur-unsur alam yang terkandung di dalamnya; dan sebagian lain berpendapat bahwa rahasia huruf terletak pada nilai bilangannya.

Uraian Ibnu Khaldun lebih jauh mengenai ilmu simiya atau ilmu rahasia huruf di atas menunjukkan bahwa pengetahuan spiritual mengenai asma dan rahasia huruf sebenarnya merupakan buah dari laku spiritual seorang sufi dalam perjalanan menuju Tuhan, bukan tujuan dari laku tasawuf itu sendiri. 

Dengan demikian, buah dari laku para ahli tasawuf tersebut kemudian diterima oleh orang lain dan dipelajari serta diamalkan dengan mengikuti prosedur tertentu, sehingga dikenal sebagai ilmu hikmah.

Pada tataran praktik, pengamalan ilmu hikmah, baik berupa pengamalan doa atau asma’; baik untuk memenuhi kepentingan pribadi pengamalnya maupun untuk memenuhi kebutuhan orang lain, seringkali melalui serangkaian ritual tertentu, seperti berpuasa dengan menghindari makanan tertentu, seperti menghindari makanan dari unsur hewani. 

Hal yang menarik, meskipun doa-doa dan asma’-asma’ yang diajarkan dalam kitab-kitab ilmu hikmah tidak semuanya menggunakan bahasa Arab, tetapi juga menggunakan bahasa Semit lainnya, seperti bahasa Ibrani atau Suryani.

Selain itu, pada tataran praktik, pengamalan ilmu hikmah adakalanya menggunakan sarana atau media tertentu, seperti penggunaan bukhur, yaitu wangi-wangian yang dibakar, wafaq, yaitu huruf-huruf yang mengandung rahasia tertentu berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pengamal ilmu hikmah atau pihak-pihak yang memerlukan jasa ilmu hikmah. 

Dari segi bentuk, wafaq ditulis dalam pola segi empat yang terdiri atas tiga kolom (mutsallas), empat kolom (murabba’), lima kolom (mukhammas), enam kolom (musaddas), tujuh kolom (musabba’), delapan kolom (mutsamman), dan sembilan kolom (mutassa’). Selain itu, dalam beberapa hal, penulisan wafaq tersebut dikombinasikan dengan sebagain asmal husna atau ayat-ayat Alquran. Teknik penulisan penulisan wafaq dengan berbagai polanya itu disebut juga dengan ism atau yang populer di Nusantara sebagai rajah.

Seiiring kuatanya pengaruh Islam di Nusantara, Ilmu hikmah yang berkembang di dunia Arab-Islam itu pada perkembangannya juga diterima oleh kalangan muslim Nusantara. 

Penerimaan masyarakat muslim Nusamtara terhadap ilmu hikmah terserbut tampaknya tidak dapat dilepaskan dari peran penting yang dimainkan oleh tasawuf dan tarekat dalam proses Islamisasi Nusantara. Mengingat penduduk Nusantara mempunyai kecenderungan kuat pada hal-hal yang sifatnya supranatural, berbagai amalan dalam tarekat, seperti zikir, wirid, dan ratib oleh penduduk Nusantara dianggap memiliki efek supranatural, sehingga amalan-amalan tersebut digunakan untuk hal-hal di luar tasawuf. 

Ilmu debus Banten merupakan satu contoh dari penggunaan amalan-amalan yang berasal dari tarekat Rifaiyyah dan Qadiriyyah. Berbagai amalan hizib yang berasal pendiri tarekat, terutama hizib-hizib yang disusun oleh Imam al-Syadzili, pendiri tarekat Syadziliyyah, seringkali juga digunakan dan difungsikan layaknya amalan ilmu hikmah.

Hal yang menarik, di samping menerima ilmu hikmah yang berasal dari tradisi spiritual Arab-Islam, kalangan muslim Nusantara juga memiliki khazanah ilmu yang sifatnya spiritual sebagaimana ilmu hikmah yang berkembang di dunia Arab-Islam. 

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika berbagai ilmu hikmah yang berkembang di Nusantara mengandung muatan lokal-Nusantara, seperti penggunaan bahasa-bahasa daerah dalam doa-doa yang diamalkan sebagai sarana mencapai tujuan-tujuan spiritual dan supranatural tertentu yang dikombinasikan dengan doa-doa berbahasa Arab, dan dalam batas minimal diawali atau diakhiri dengan kalimah thayyibah. 

Berbagai jenis aji-ajian yang dikenal dalam tradisi ilmu kanuragan di Jawa, seperti aji brajamusti dan aji penglimunan, terlihat memasukkan kalimah thayyibah di dalam bacaan amalannya. 

Selain itu, dalam beberapa hal unsur lokal dalam pengamalan ilmu hikmah juga terlihat dari penggunaan berbagai jenis ritual yang digunakan dalam pengamalannya, seperti yang tampak dalam jenis puasa yang dipilih. 

Puasa mutih, ngrowot, ngebleng, pati geni, merupakan sekian jenis puasa yang biasa digunakan untuk mengamalkan ilmu kanuragan atau ilmu hikmah tertentu dalam laku tirakatnya.

Sumber Bacaan
Ahmad, M. Athaullah. 2011. Rahasia Kesaktian Para Jawara. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.
Bruinessen, Martin van. 1995. Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat. Cet. II, Bandung: Mizan
Al-Buni, Abu al-‘Abbas Ahmad bin ‘Ali. 1941. Manba’ Ushul al-Hikmah. Kairo: Musthafa al-Babi al-Halabi.
Al-Buni, Abu al-‘Abbas Ahmad bin ‘Ali. t.t. Syams al-Ma’arif al-Kubra. Beirut: al-Maktabah al-Sya’biyyah
Ibnu Khaldūn, ’Abd ar-Ra mān bin Mu ammad. 2004. Muqaddimah Ibnu Khaldūn. ed. Abdullah Muhammad ad-Darwīsyī.
Damaskus: Dāru Ya‘rib.
al-Jurjānī, ‘²lī bin Mu ammad. 1988. Kitāb at-Ta‘rīfāt. Ed.ke-3. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Ilmu Hikmah: Ilmu Supranatural Para Ulama

ilmu hikmah adalah, ilmu hikmah pdf, ilmu hikmah sunan gunung jati, ilmu hikmah cirebon, ilmu hikmah laduni, ilmu hikmah nabi khidir, ilmu hikmah warisan leluhur, ilmu hikmah ayat kursi, ilmu hikmah banten, ilmu hikmah ayatul kursi, ilmu hikmah asmaul husna, ilmu hikmah abah anom, ilmu hikmah al fatihah, ilmu hikmah allahu akbar, ilmu hikmah akasyah, ilmu hikmah al quran, ilmu hikmah baduy, ilmu hikmah bismillah, ilmu hikmah bogor, ilmu hikmah bandung, ilmu hikmah buka mata batin, ilmu hikmah batin, ilmu hikmah banyuwangi, ilmu hikmah banyumas, ilmu hikmah brajamusti, ilmu hikmah cianjur, ilmu hikmah cisoka, ilmu hikmah cinta, ijazah ilmu hikmah cirebon, ilmu al hikmah cisoka banten, padepokan ilmu hikmah cirebon, ilmu hikmah dalam al quran, ilmu hikmah dan karomah, ilmu hikmah dalam pandangan islam, ilmu hikmah di malaysia, ilmu hikmah dalam agama islam, ilmu hikmah dan tasawuf, ilmu hikmah dari allah, ilmu hikmah di bandung, ilmu hikmah english, energi ilmu hikmah, efek ilmu hikmah, ilmu hikmah kun fayakun, ilmu hikmah sirrul fatihah, ilmu hikmah garut, ilmu hikmah gerbang alam, ilmu hikmah gaib, ilmu hikmah huruf hijaiyah, ilmu hikmah hizib, perguruan ilmu hikmah hizib auliya, ilmu hikmah menurut hukum islam, hukum ilmu hikmah, ilmu hikmah istighfar, ilmu hikmah indramayu, ilmu hikmah islam, ilmu hikmah itu apa, ilmu hikmah ijazah, ilmu hikmah imam al ghazali, ilmu hikmah ismul adzom, ilmu hikmah ijazah cirebon, ilmu hikmah jawa timur, ilmu hikmah jogja, ilmu hikmah jawa, ilmu hikmah jakarta, ilmu hikmah jombang, ilmu hikmah jarak jauh, ilmu hikmah jual tanah, belajar ilmu hikmah jarak jauh, ilmu hikmah kuda angin, ilmu hikmah kekayaan, ilmu hikmah kubro, ilmu hikmah kerejekian, ilmu hikmah kejawen, ilmu hikmah langka, ilmu hikmah lailahaillallah

Kata hikmah dalam tradisi intelektual Islam mempunyai banyak arti. Menurut al-Jurjani, hikmah merupakan suatu ilmu yang membahas hakikat sesuatu sesuai kenyataannya dalam wujud sesuai batas kemampuan manusia. Oleh karena itu, hikmah merupakan suatu ilmu yang sifatnya teoritis non-mekanistik. 

Selain itu, hikmah juga berarti kondisi potensi intelektual-ilmiah yang berada di tengah-tengah antara naluri (insting) manusia yang ingin melampaui batas potensi intelektualnya dan sifat kebodohan yang merupakan sikap pengabaian terhadap potensi intelektualnya tersebut.

Selain itu, dalam tradisi spiritual Islam, hikmah merupakan pengetahuan mengenai rahasia spiritual yang terkandung dalam ayat-ayat suci, nama-nama-nama Tuhan yang indah, huruf-huruf hijaiyah, dan doa-doa atau bacaan tertentu yang dipercaya atas kuasa Allah mengandung kekuatan spiritual sehingga dapat digunakan untuk memenuhi berbagai hajat, baik yang sifatnya meterial maupun spiritual. 

Dalam konteks ini, karya-kaya Abu al-Abbas Ahmad bin Ali al-Buni, seperti Manba’ul Ushul al-Hikmah dan Syams al-Ma’aarif merupakan dua kitab tentang ilmu hikmah yang popular dan menjadi menjadi rujukan penting bagi peminat ilmu hikmah. 

Dalam dua kitab tersebut, al-Buni menguraikan berbagai segi mengenai hikmah, yang mencakup berbagai rahasia mengenai ilmu bilangan, ilmu huruf, ilmu wafaq, ilmu tabi’ah, ilmu astronomi, ilmu asma’, ilmu ruqyah, dan doa-doa tertentu. Di di kalangan ahli spiritual, ilmu-ilmu tersebut berada di bawah payung ilmu simiya, sebuah penamaan yang berasal dari bahasa Ibrani yang berarti asma Tuhan.

Berkaitan dengan kemunculan ilmu simiya, Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa ilmu mengenai rahasia huruf itu kemunculannya tergolong baru, yakni muncul di kalangan sufi yang telah mengalami penyingkapan hijab inderawi dan memperoleh kemampuan supranatural (khariqul ‘adah) sehingga mampu bertindak di alam anasir. Baca juga: Ilmu Kasyaf (menyingkap tabir)

Menurut Ibnu Khaldun, para sufi tersebut menganngggap bahwa manifestasi kesempurnaan asma itu terletak pada roh bintang-bintang; sementara tabiat huruf-huruf dan rahasianya itu mengalir dalam asma, dan dengan demikian mengalir pula ke alam semesta.

Sementara itu, berkaitan dengan rahasia di balik penggunan huruf, para ahli ilmu rahasia huruf berbeda pendapat: sebagian berpendapat bahwa rahasia huruf terlepak pada wataknya; sebagian berpendapat bahwa rahasia huruf terletak pada empat unsur-unsur alam yang terkandung di dalamnya; dan sebagian lain berpendapat bahwa rahasia huruf terletak pada nilai bilangannya.

Uraian Ibnu Khaldun lebih jauh mengenai ilmu simiya atau ilmu rahasia huruf di atas menunjukkan bahwa pengetahuan spiritual mengenai asma dan rahasia huruf sebenarnya merupakan buah dari laku spiritual seorang sufi dalam perjalanan menuju Tuhan, bukan tujuan dari laku tasawuf itu sendiri. 

Dengan demikian, buah dari laku para ahli tasawuf tersebut kemudian diterima oleh orang lain dan dipelajari serta diamalkan dengan mengikuti prosedur tertentu, sehingga dikenal sebagai ilmu hikmah.

Pada tataran praktik, pengamalan ilmu hikmah, baik berupa pengamalan doa atau asma’; baik untuk memenuhi kepentingan pribadi pengamalnya maupun untuk memenuhi kebutuhan orang lain, seringkali melalui serangkaian ritual tertentu, seperti berpuasa dengan menghindari makanan tertentu, seperti menghindari makanan dari unsur hewani. 

Hal yang menarik, meskipun doa-doa dan asma’-asma’ yang diajarkan dalam kitab-kitab ilmu hikmah tidak semuanya menggunakan bahasa Arab, tetapi juga menggunakan bahasa Semit lainnya, seperti bahasa Ibrani atau Suryani.

Selain itu, pada tataran praktik, pengamalan ilmu hikmah adakalanya menggunakan sarana atau media tertentu, seperti penggunaan bukhur, yaitu wangi-wangian yang dibakar, wafaq, yaitu huruf-huruf yang mengandung rahasia tertentu berkaitan dengan tujuan yang hendak dicapai oleh pengamal ilmu hikmah atau pihak-pihak yang memerlukan jasa ilmu hikmah. 

Dari segi bentuk, wafaq ditulis dalam pola segi empat yang terdiri atas tiga kolom (mutsallas), empat kolom (murabba’), lima kolom (mukhammas), enam kolom (musaddas), tujuh kolom (musabba’), delapan kolom (mutsamman), dan sembilan kolom (mutassa’). Selain itu, dalam beberapa hal, penulisan wafaq tersebut dikombinasikan dengan sebagain asmal husna atau ayat-ayat Alquran. Teknik penulisan penulisan wafaq dengan berbagai polanya itu disebut juga dengan ism atau yang populer di Nusantara sebagai rajah.

Seiiring kuatanya pengaruh Islam di Nusantara, Ilmu hikmah yang berkembang di dunia Arab-Islam itu pada perkembangannya juga diterima oleh kalangan muslim Nusantara. 

Penerimaan masyarakat muslim Nusamtara terhadap ilmu hikmah terserbut tampaknya tidak dapat dilepaskan dari peran penting yang dimainkan oleh tasawuf dan tarekat dalam proses Islamisasi Nusantara. Mengingat penduduk Nusantara mempunyai kecenderungan kuat pada hal-hal yang sifatnya supranatural, berbagai amalan dalam tarekat, seperti zikir, wirid, dan ratib oleh penduduk Nusantara dianggap memiliki efek supranatural, sehingga amalan-amalan tersebut digunakan untuk hal-hal di luar tasawuf. 

Ilmu debus Banten merupakan satu contoh dari penggunaan amalan-amalan yang berasal dari tarekat Rifaiyyah dan Qadiriyyah. Berbagai amalan hizib yang berasal pendiri tarekat, terutama hizib-hizib yang disusun oleh Imam al-Syadzili, pendiri tarekat Syadziliyyah, seringkali juga digunakan dan difungsikan layaknya amalan ilmu hikmah.

Hal yang menarik, di samping menerima ilmu hikmah yang berasal dari tradisi spiritual Arab-Islam, kalangan muslim Nusantara juga memiliki khazanah ilmu yang sifatnya spiritual sebagaimana ilmu hikmah yang berkembang di dunia Arab-Islam. 

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika berbagai ilmu hikmah yang berkembang di Nusantara mengandung muatan lokal-Nusantara, seperti penggunaan bahasa-bahasa daerah dalam doa-doa yang diamalkan sebagai sarana mencapai tujuan-tujuan spiritual dan supranatural tertentu yang dikombinasikan dengan doa-doa berbahasa Arab, dan dalam batas minimal diawali atau diakhiri dengan kalimah thayyibah. 

Berbagai jenis aji-ajian yang dikenal dalam tradisi ilmu kanuragan di Jawa, seperti aji brajamusti dan aji penglimunan, terlihat memasukkan kalimah thayyibah di dalam bacaan amalannya. 

Selain itu, dalam beberapa hal unsur lokal dalam pengamalan ilmu hikmah juga terlihat dari penggunaan berbagai jenis ritual yang digunakan dalam pengamalannya, seperti yang tampak dalam jenis puasa yang dipilih. 

Puasa mutih, ngrowot, ngebleng, pati geni, merupakan sekian jenis puasa yang biasa digunakan untuk mengamalkan ilmu kanuragan atau ilmu hikmah tertentu dalam laku tirakatnya.

Sumber Bacaan
Ahmad, M. Athaullah. 2011. Rahasia Kesaktian Para Jawara. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.
Bruinessen, Martin van. 1995. Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat. Cet. II, Bandung: Mizan
Al-Buni, Abu al-‘Abbas Ahmad bin ‘Ali. 1941. Manba’ Ushul al-Hikmah. Kairo: Musthafa al-Babi al-Halabi.
Al-Buni, Abu al-‘Abbas Ahmad bin ‘Ali. t.t. Syams al-Ma’arif al-Kubra. Beirut: al-Maktabah al-Sya’biyyah
Ibnu Khaldūn, ’Abd ar-Ra mān bin Mu ammad. 2004. Muqaddimah Ibnu Khaldūn. ed. Abdullah Muhammad ad-Darwīsyī.
Damaskus: Dāru Ya‘rib.
al-Jurjānī, ‘²lī bin Mu ammad. 1988. Kitāb at-Ta‘rīfāt. Ed.ke-3. Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

No comments